Senin, 30 Januari 2023

Balon Kades Mulai Main Politik Uang

Cakades Cupak Disumpah Dalam Masjid

Selasa, 09 Maret 2021 | 12:15:25 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

KERINCI - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Kerinci, tinggal hitungan hari. Para bakal calon (Balon) Kades sedang melengkapi berkas.

Namun ada beberapa desa yang balon Kades yang sudah mulai melakukan politik uang untuk merebut suara masyarakat. "Ya, sudah ada calon kades di Kecamatan Air Hangat Timur yang sudah memberikan uang kepada masyarakat," kata salah seorang warga Air Hangat Timur.

Dikatakannya lagi, baru menjadi balon sudah berani menyiram masyarakat dengan uang. "Kita minta masyarakat menentukan pilihan yang terbaik, agar terpilih pemimpin yang baik dan amanah, karena apabila masyarakat memilih calon yang bermain uang, maka secara otomatis mereka akan mengambil ganti rugi dan melakukan korupsi di desa," ungkapnya.

Berbeda dengan desa Cupak, Kecamatan Danau Kerinci, untuk mengantisipasi politik uang, tokoh masyarakat dan alim ulama desa Cupak, mengambil sumpah calon Kepala Desa yang akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada April 2021 mendatang.

Hal ini diketahui dalam sebuah video yang diposting di media sosial (Medsos) salah satu akun Facebook Franstiawan Fran. Video yang berdurasi 11 menit 28 detik tersebut sudah ditonton ribuat orang.

Dalam vidio terlihat acara sakral tersebut dilaksanakan dalam sebuah ruangan Masjid. Acara pengambilan sumpah itu dilakukan terhadap para Calon Kades di Desa Cupak, Kecamatan Danau Kerinci.

Nota Otari, salah seorang warga Cupak megakui bahwa vidio tersebut dilaksanakan di desanya. Itu dilkasanakan supaya calon kades tidak melakukan sogok-menyogok suara pada Pilkades Desa Cupak April mendatang.

"Ada 5 calon kades yang diambil sumpah, pengambilan sumpah dilakukan semua tokoh masyarakat dan Alim Ulama Desa Cupak," Terang Nora Utari.

"Masyarakat sangat mendukung, karena tidak mau terjadi sogok menyogok lagi seperti Pilkades yang sebelum ini," sambung Nora.

Warga Desa Cupak memang menginginkan Pilkades kali ini bersih dari sogok menyogok, supaya mendapatkan pemimpin yang benar-benar disukai masyarakat. "Kalau sogok-menyogok jangankan keluarga jauh, keluarga dekat pun lari. Makanya warga setuju seperti ini," ujarnya.

Disamping itu, lanjut Nora, dengan adanya acara pengambilan sumpah terhadap para calon kades seperti ini, bisa menghambat bagi calon Kades yang bermaksud ingin melakukan sogok nantinya. "Jadi semua lapisan masyarakat setuju untuk Pilkades Desa Cupak harus bikin sumpah kayak gini," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Pemdes) Kabupaten Kerinci, Syahril dikonfirmasi terkait tahapan Pilkades mengatakan saat ini calon kades masih melengkapi administrasi. "Calon kades masih melengkapi administrasi, karena ada beberapa desa calon kades melibihi 5 calon, makanya akan dikerucutkan menjadi 5 calon," kata Kadis Pemdes, Syahril Hayadi.

Syahril juga menghimbau kepada masyarakat Kerinci yang desanya mengelar Pilkades untuk memilih calon Kades yang tidak melakukan politik uang. "Jika ada calon kades yang bermain uang, berarti dia tidak punya kompetensi untuk bersaing, sehingga dia membeli suara masyarakat dengan memberikan uang," sebutnya.

Menurut Syahril, jika calon kades yang melakukan siraman uang terpilih otomatis selama 6 tahun, masyarakat akan sangsara dipimpin oleh Kepala Desa yang tidak mempunyai potensi dalam segala hal. "Lebih baik kita memilih pemimpin yang terbaik, sehingga biso membangun desa kita untuk enam tahun kedepanya," pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments