Kamis, 13 Mei 2021

Biaya Fiktif Rp 348 Juta, Mantan Kadis dan Pegawai Dinas P3A Diminta Kembalikan Uang Negara


Senin, 15 Maret 2021 | 10:00:19 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SAROLANGUN – Inspektorat Kabupaten Sarolangun meminta mantan kepala dinas dan pegawai Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Sarolangun mengembalikan sejumlah dana kegiatan yang diduga fiktif. Jumlahnya mencapai Rp 384 juta.

Temuan kegiatan fiktif tahun anggaran 2019 ini mulai mengemuka pada pertengahan 2020. Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jambi saat itu menemukan bahwa ada dua kegiatan yang tidak terlaksana tetapi dananya tetap dicairkan.

Jumlah dana yang dicairkan tanpa kegiatan itu mencapai Rp 60 juta. Kemudian, ditemukan pula bahwa sejumlah pengeluaran tidak dapat dibuktikan dengan surat pertanggungjawabannya (SPJ) yang sah oleh bendahara Dinas P3A sejumlah total Rp 288 juta.

Kasubbag Pelaporan Inspektorat Sarolangun Busron mengatakan bahwa setiap temuan BPK pasti ditindaklanjuti dan disampaikan ke dinas terkait. Katanya, temuan BPK disampaikan melalui Bupati yang selanjutnya diserahkan ke inspektorat selaku leading sector bidang pelaporan.


Penulis: Mario
Editor: Ikbal/mrj



comments