Minggu, 20 Juni 2021

Biaya Fiktif Rp 348 Juta, Mantan Kadis dan Pegawai Dinas P3A Diminta Kembalikan Uang Negara

Senin, 15 Maret 2021 | 10:00:19 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

" Berdasarkan penjelasan dari PA (pengguna anggaran) dan bendahara, diperoleh informasi bahwa anggaran untuk kegiatan-kegiatan tersebut dicairkan tanpa diketahui/disetujui PPTK,” tulis auditor BPK dalam laporan hasil audit yang salinannya didapat Metro Jambi.

Kepada auditor BPK, para PPTK dan bendahara mengakui adanya pengeluaran atas kegiatan fiktif tersebut. S selaku Kadis P3A kala itu juga mengakui memberi arahan langsung pencairan dana dengan mengabaikan  mekanisme keuangan yang berlaku.

Sayangnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas P3A Sarolangun Febrianti belum bersedia memberikan penjelasan terkait tindak lanjut temuan ini. Dikunjungi ke kantornya, seorang staf mengatakan bahwa Febri sedang berdinas di luar kota.

Dihubungi via WhatsApp, Febri mengaku sedang berdinas ke Kota Jambi. “Maaf, hari Senin bae, yo,” ujarnya sambil menyebut bahwa dia juga sedang ada urusan keluarga sehingga tidak leluasa memberikan penjelasan.

Yang jelas, BPK meminta seluruh dana yang diduga untuk membiayai kegiatan fiktif dan tanpa SPJ tersebut disetorkan kembali ke kas daerah. Belum diketahui pasti berapa yang telah dikembalikan ke kas daerah.

 


Penulis: Mario
Editor: Ikbal/mrj



comments