Minggu, 20 Juni 2021

Tips Kesiapan untuk Divaksin

Jumat, 26 Maret 2021 | 10:56:22 WIB


ilustrasi vaksinasi
ilustrasi vaksinasi / istimewa

Proses vaksinasi

Ia menyarankan agar anggota masyarakat yang sudah memperoleh konfirmasi jadwal dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin menjelang hari vaksinasi.

Para calon penerima vaksinasi disarankan mempelajari pertanyaan dari petugas pendamping selama proses penyaringan peserta vaksinasi.

Menurut Surat Edaran Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan 18 Februari 2021, setidaknya ada 14 pertanyaan yang harus bisa dijawab calon penerima vaksin di meja penyaringan.

Petunjuk teknis vaksinasi COVID-19 menyatakan bahwa setiap pos vaksinasi setidaknya memiliki satu rangkaian proses dengan empat meja.

Meja Nomor 1 adalah registrasi atau verifikasi pendaftaran, Meja Nomor 2 adalah penyaringan dengan anamnesa dan pemeriksaan kesehatan, Meja Nomor 3 adalah tempat vaksinasi dan Meja 4 adalah meja registrasi setelah penyuntikan yang disertai adanya ruang tunggu untuk dilakukannya masa observasi minimal 30 menit.

“Keempat meja ini melambangkan proses yang komprehensif. Oleh karena itu tidak bisa saling dipisahkan. Ikuti semuanya dengan persiapan yang baik dan patuhi saran petugas,” katanya.

Selama proses observasi, pelajari semua tentang dampak ringan yang umum terjadi usai vaksinasi. Kemudian setelah menerima surat bukti sudah divaksinasi, buat agenda di kalender untuk kembali mendapatkan dosis kedua.

Manfaat

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Reisa menilai ketiga persiapan di atas dapat membuka peluang penerima vaksin menikmati tiga dampak positif vaksin.

Pertama, kekebalan tubuh penerima vaksin akan terbangun sehingga siap menghadapi serangan COVID-19 apabila sampai terpapar.

Hasil uji klinis beberapa merk vaksin yang sudah disetujui Organisasi Kesehatan Dunia WHO menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 dapat melindungi dari dampak fatal atau kondisi kritis saat terkena virus SARS CoV-2, penyebab COVID-19.

Pertahanan melawan COVID-19 bukan hanya vaksin, namun pencegahan lain seperti 3M dan patuh protokol kesehatan tetap harus disiplin sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru.

“Jangan lengah. Kita sudah melewati bulan ke-12 pandemi. Pastikan saat ini kita sudah terbiasa menjalani pola hidup baru yakni adaptasi kebiasaan baru dengan pola hidup yang bersih dan sehat, pola hidup produktif yang aman COVID-19," katanya.

Manfaat kedua, beban tenaga medis akan turun dan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit akan meningkat drastis.

Beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat, yang telah memvaksinasi jutaan penduduk mereka menunjukkan penurunan drastis di angka kematian (case fatality rate) dan tingkat huni ruang gawat darurat atau "intensive care unit (ICU).

Laporan terkini Kemenkes dan Satgas COVID-19 menunjukkan bahwa ketersediaan tempat tidur di rumah sakit sekarang rata-rata sudah di bawah 60 persen, sesuai rekomendasi WHO.

Manfaat ketiga adalah upaya memutus pandemi melalui kekebalan komunal. Pemerintah menargetkan kekebalan komunal dapat terbentuk seiring program vaksinasi COVID-19 yang menyasar hingga 70 persen dari populasi penduduk Indonesia.

Target vaksinasi diyakini dapat tercapai pada akhir 2021 jika proses berjalan lancar dan berkesinambungan.

Reisa mengingatkan bahwa penemuan vaksin COVID-19 adalah yang tercepat dalam sejarah teknologi kesehatan dan merupakan kerja keras ilmuwan, produsen vaksin, investor dan filantropis, serta komitmen pemerintahan untuk segera mengakhiri pandemi.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments