Jumat, 7 Mei 2021

Berwisata di Alam Diprediksi Jadi Tren Baru Melancong Saat Pandemi


Jumat, 26 Maret 2021 | 11:25:54 WIB


Air Terjun Berdiri, destinasi wisata baru di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin
Air Terjun Berdiri, destinasi wisata baru di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin / dok/metrojambi.com

"Ada gebrakan bagaimana caranya kita lakukan pergerakan. Sekarang ini kita lebih melakukan pergerakan di sekitar, atau akrabnya staycation. Bagaimana caranya kita di era pandemi bisa tetap melakukan promosi, pemasaran, dan pergerakan. Para pakar dan ahli menyampaikan, di fase pertama ini staycation, atau berwisata di tempat-tempat sekitar," kata Taufik.

"Misalnya staycation seperti di hotel, namun bagaimana pengunjung tetap bisa melakukan kegiatan lain seperti bekerja dari sana (workcation) atau aktivitas lainnya. Nanti ke depan, destinasi/hotel bisa menyediakan tempat bekerja sekaligus sarana berwisata, tentunya dengan menetapkan protokol kesehatan," imbuhnya.

Selain staycation dan workcation, melakukan perjalanan darat (road trip) bersama keluarga juga menjadi tren berwisata yang kian akrab di masa pandemi.

Taufik menilai, road trip yang cukup diminati oleh keluarga karena mereka tidak harus berada di sebuah rombongan besar, dan hanya berada di lingkaran keluarganya saja, yang dirasa aman bagi satu sama lain.

Tak hanya itu, melakukan perjalanan sendirian pun diprediksi juga akan menjadi tren berwisata dalam waktu dekat."Pola perjalanan juga nantinya berubah, dari yang awalnya bergerombol, lebih ke arah FIT atau free individual travelling. Atau kalau pun bersama, biasanya dengan keluarga, melakukan kegiatan road trip di satu mobil," jelas dia.

Taufik berharap, adanya gerakan baru untuk berwisata di tengah pandemi bisa mendorong tiga inti dari pariwisata, yaitu pergerakan, lama tinggal, dan terjadinya transaksi (spending) bagi pelaku UMKM di sekitar tempat wisata.

"Harapannya nanti UMKM sudah mulai menjual. Karena inti dari pariwisata adalah pertama pergerakan, kedua lama tinggal, dan yang ketiga adalah spending. UMKM yang menjual suvenir dan lainnya di sekitarnya akan terangkat," ujar Taufik.

"Intinya adalah bagaimana kita bisa melakukan pergerakan wisatawan, menggerakkan ekonomi daerah, tentunya dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan ketat, supaya jangan sampai nanti akan ada transmisi Covid-19 dan klaster baru," pungkasnya.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments