Sabtu, 25 September 2021

Tingkatkan Kewaspadaan, Polda Jambi Kerahkan 1.500 Personel Amankan Paskah

Senin, 29 Maret 2021 | 16:20:02 WIB


Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo saat memberikan keterangan pers kepada wartawan
Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo saat memberikan keterangan pers kepada wartawan / Metrojambi.com

JAMBI – Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo memerintahkan seluruh Polres dan Polresta jajaran untuk memperkuat pengawasan jelang perayaan Paskah. Ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita sudah menerima informasi dari Densus, mudah-mudahan wilayah Jambi aman. Namun kita harus tetap waspada, terutama pada perayaan Pekan Suci Umat Nasrani. Mulai dari Kamis, Jumat, sampai dengan hari Minggu. Karena akan ada perayaan Kamis Suci, Jumat agung dan perayaan Paskah,” ujar Rachmad usai rapat internal yang diikuti seluruh pejabat utama Polda Jambi serta Kapolres dan Kapolresta di jajaran Polda Jambi, Senin (29/3/2021).

Ditambahkan Rachmad, dirinya juga telah memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukan pendataan dan juga mengimbau kepada pimpinan gereja agar pada saat perayaan Paskah tetap sesuai dengan protokol kesehatan.

Sementara itu, Karo Ops Polda Jambi Kombes Pol Imam Setiawan mengatakan, Polda Jambi sudah menyiagakan sekitar 1.500 personil khusus untuk melakukan pengamanan perayaan Paskah yang dibantu oleh Polres dan Polresta jajaran Polda Jambi.

“Mulai terhitung dari tanggal 1 sampai 4 April. Kita mengidentifikasi gereja mana yang banyak jamaatnya. Kita mengamankan ini juga melibatkan unsur TNI, Ormas dan Polri,” kata Imam.

Ditambahkan Imam, pada setiap gereja akan diberlakukan satu pintu yang akan dioperasikan. “Hanya ada satu pintu masuk yang dilengkapi dengan set dor. Setiap jamaat harus bisa menerima karena kita melakukan pengecekan secara selektif,” ujarnya.

Imam menegaskan, setiap jamaat tidak diizinkan membawa kantong atau sejenis ransel masuk ke dalam gereja. “Mungkin nanti para jamaat hanya membawa Alkitab. Itu saja yang boleh dibawa masuk, yang lainnya kita tidak mengizinkan karena bisa saja menimbulkan salah tafsir,” pungkasnya.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments