Jumat, 18 Juni 2021

Kelompok Diduga Jaringan JAD Terdeteksi di Tanjabbar, Polisi Lakukan Penelusuran

Rabu, 31 Maret 2021 | 19:34:54 WIB


Kapolres Tanjabbar AKBP Guntur Saputro
Kapolres Tanjabbar AKBP Guntur Saputro / Metrojambi.com

 KUALA TUNGKAL - Badan Intelijen Daerah (BINDA) Jambi menyebutkan ada tiga kelompok radikal diduga jaringan Jamaah Ansarul Daulah (JAD) di sejumlah daerah. Salah satunya Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar).

Kapolres Tanjabbar AKBP Guntur Saputro saat dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan informasi tersebut. Namun demikian, Guntur mengatakan pihaknya tetap waspada dan akan melakukan penelusuran terkait informasi tersebut.

Guntur menyebutkan, pihaknya terus memperketat pengawasan dan pengamanan di semua wilayah Tanjabbar. "Kita tidak boleh underestimate terkait kejadian (bom bunuh diri, red).di Makassar. Namun tetap kita lakukan peningkatan pengamanan," kata Guntur, Rabu (31/3/2021).

Mantan Koorspripim Kapolda Jambi itu menegaskan, pihaknya akan melakukan penelusuran lebih dalam terkait informasi dari Binda Jambi, jika Tanjabbar menjadi satu dari lima kabupaten yang memiliki jaringan JAD. "Akan kita telusuri," ujarnya.

Ditambahkan Guntur, sejumlah upaya antisipasi sudah dilakukan, termasuk mengamankan tempat ibadah jelang perayaan Paskah. Guntur meminta agar pelaksanaan Paskah dilakukan secara virtual, selain di masa pandemi juga mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

"Kita sudah mengumpulkan pengurus 55 gereja di Tanjabbar dan perayaan Paskah nanti kalau bisa melalui virtual bagi yang dan bagi yang tidak online jamaatnya harus diatur," ujarnya.

Kemudian, koordinasi dengan tempat ibadah juga sudah dilakukan termasuk pengamanan saat paskah nanti. Baik pengamanan dari internalnya maupun dari koordinasi pengamanan luar.

"Dan juga pengamanan internal dan remaja gereja harus di libatkan jemaat yang ada harus di libatkan terdaftar sebagai jemaat di gereja itu," ungkapnya

Selain itu koordinasi lintas sektor sudah dilakukan pasca terjadinya bom bunuh diri di Makassar. Para tokoh masyarakat dan tokoh agama serta pemuda menjadi prioritas koordinasi.

"Kita juga sudah kumpulkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lintas agama," tandasnya.

Sebelumnya Binda Jambi menyebutkan terdapat lima daerah yang menjadi wilayah pemantau BIN. Kelima wilayah itu yakni Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, Kota Jambi, Bungo dan Tebo.


Penulis: Eko Siswono
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments