Jumat, 18 Juni 2021

Jalan di Portal, Ratusan Massa PT. KBPC Bentrok dengan Warga

Jumat, 02 April 2021 | 00:49:15 WIB


/

 

MUARA BUNGO : Puluhan masyarakat memportal jalan batu bara di Dusun Baru Pusat Jalo, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII yang dilalui oleh PT. KBPC Group, Kamis (1/4/2021).
 
Hal tersebut dilakukan masyarakat untuk menuntut haknya agar kembali diperbolehkan melalui jalan tersebut.
 
Selain itu, masyarakat juga geram dengan ulah pemilik PT. KBPC yang diduga banyak melakukan penyerobotan tanah warga.
 
Tokoh pemuda, Ato menyebutkan bahwa masyarakat dari 5 dusun yang ada di Kecamatan Muko-Muko Bathin VII meminta Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum (APH) mengambil tindakan untuk menyelesaikan permasalahan ini.
 
"Kami juga minta kepada Presiden Jokowi untuk melihat keluhan dari masyarakat kecil yang ditindas," teriak Ato.
 
Pantauan di lapangan, saat warga melakukan pemasangan portal, ratusan massa dari perusahaan yang bekerja di Perumahan Grand City milik PT. KBPC mendatangi lokasi kejadian.
 
Namun, massa perusahaan tersebut tak berbuat banyak karena masih menunggu utusan perusahaan untuk melakukan mediasi dengan warga.
 
Tak selang berapa lama, utusan perusahan KBPC yang ditunggu ternyata datang tak hanya sendiri. Utusan yang datang langsung membawa ratusan massa dengan menggunakan beberapa mobil Fuso.
 
Dengan kecepatan tinggi, mobil utusan yang berasal dari tambang batu bara milik KBPC langsung menabrak portal yang dibuat oleh warga.
 
Bentrokan tak terhindar, massa dari pihak KBPC yang baru datang dan yang sudah menunggu langsung melakukan penyerangan terhadap warga menggunakan batu dan benda keras lain.
 
Warga yang tertekan juga ikut melakukan pelemparan kepada massa dari perusahaan.
 
Aparat keamanan dari TNI dan Polri yang ada dil okasi dibuat kewalahan oleh massa yang banyak.
 
Setelah 1 jam bentrokan terjadi  akhirnya pihak keamanan berhasil menenangkan massa dan digiring keluar dari lokasi kejadian.
 
Atas kejadian tersebut, beberapa mobil yang ada di lokasi mengalami kerusakan cukup parah akibat lemparan batu.

Penulis: khairul fahmi
Editor: ikbal ferdiyal


TAGS:


comments