Selasa, 13 April 2021

Protes Larangan Mudik, Minta Pemerintah Beri Stimulus


Senin, 05 April 2021 | 10:29:38 WIB


Ilustrasi mudik
Ilustrasi mudik / dok/Metrojambi.com

JAMBI – Selama pandemi Covid-19, usaha jasa angkutan darat di Provinsi Jambi memasuki masa terburuk. Mati suri. Dalam kondisi demikian, pemerintah mengeluarkan larangan mudik Lebaran 1442. Kabar soal revisi regulasi tersebut masih kabur.

"Kita keberatan dengan adanya larangan mudik Lebaran tahun ini. Tetapi, kalau pemerintah sudah melarang, kita mau gimana lagi," ujar Satria, pengelola loket PO Putra Remaja dengan nada mengeluh kepada Metro Jambi, Sabtu, (3/4).

Satria mengatakan,  sebelum pandemi penumpang sangat ramai. “Dari Jambi, ratusan penumpang per hari diberangkatkan,” katanya. Kemudian, pandemi corona memukul usaha jasa transportasi, hingga setahun lebih.

Kini, para pengelola angkutan banyak berharap untuk bangkit selama masa mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1442.  " Menjelang lebaran ini sangat banyak penumpang,” katanya.  Namun, pemerintah mematahkan harapan mereka.

“Pasti. Semua perusahaan pasti mengeluh karena tidak boleh jalan. Semua kegiatan juga tidak boleh jalan. Mau gimana lagi, kita hanya bisa nurut, " katanya. 

Tahun lalu, tambah dia, dua bulan PO Putra Remaja tidak beroperasi.  “Seluruh sopir yang di Jambi disuruh pulang ke Yogyakarta," paparnya.


Penulis: Achy
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments