Jumat, 7 Mei 2021

Tim Gabungan Tutup Puluhan Sumur Minyak Ilegal di Batanghari


Senin, 05 April 2021 | 19:36:59 WIB


Penutupan sumur minyak ilegal oleh tim gabungan Polda Jambi, Polres Batanghari, Dishut dan Pertamina di Desa Bungku, Kabupaten Batanghari, Jambi. Senin (5/4/2021)
Penutupan sumur minyak ilegal oleh tim gabungan Polda Jambi, Polres Batanghari, Dishut dan Pertamina di Desa Bungku, Kabupaten Batanghari, Jambi. Senin (5/4/2021) / Antara

 JAMBI - Tim gabungan dari Polda Jambi, Polres Batanghari, Polisi Kehutanan, serta Pertamina, melakukan penutupan terhadap puluhan lubang sumur minyak ilegal atau illegal drilling yang berlokasi di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Jambi AKBP Muhamad Santoso mengatakan, sebelum dilakukan penutupan sumur telah dilakukan sosialisasi dan imbauan terhadap pelaku illegal drilling.

Ia mengharapkan masyarakat dan pelaku bisnis pengeboran minyak ilegal menghentikan aktivitasnya, karena kegiatan tersebut banyak merugikan. Selain kerugian terhadap negara, kegiatan tersebut juga merusak lingkungan.

"Secara tidak langsung negara sudah dirugikan dan lingkungan juga menjadi rusak akibat penambangan minyak ilegal tersebut," kata Santoso kepada sejumlah media di lokasi penertiban.

Selain itu, kata Santoso, juga timbul kerusakan lingkungan hidup yang cukup parah, dimana di bekas sumur minyak ilegal banyak minyak yang bercecer.

Disinggung apakah ada pelaku atau tersangka dari aksi penutupan lubang minyak ilegal di Bungku tersebut, Santoso mengatakan tim gabungan tidak mendapatkan pelaku atau tersangka karena sebelum dilakukan penutupan telah dilakukan imbauan atau sosialisasi sehingga mereka meninggalkan lokasinya.

"Untuk pelaku dari lokasi penambangan minyak ilegal belum ada, karena sebelum tim gabungan melakukan operasi ini, sudah melakukan sosialisasi terlebih dahulu atau tindakan preventif dulu. Polisi juga mengingatkan kepada mereka supaya mereka tidak melakukan lagi," beber Santoso.

Ia mengatakan, saat tim gabungan datang untuk mengambil tindakan tegas dengan mendatangi lokasi, para penambang sudah tidak ada lagi di lokasi karena meninggalkan sumur minyak mereka.

Sementara itu, Kepala Desa Bungku Sandhya Ananda mengatakan, sumur ilegal yang ditutup oleh tim gabungan salah satunya berada di lahan milik Situmorang. Sebelum ada razia sekitar 80 sumur minyak yang beroperasi dan setelah razia saat ini sekitar 30 sumur yang masih beroperasi yang kemudian ditutup tim gabungan.

Berdasarkan keterangan saksi dan pekerja, pemilik lahan minyak ilegal itu mendapat upah dari pelaku Rp 50 ribu per drum. Kegiatan pertambangan minyak ilegal di Desa Bungku ada sejak 2016, tetapi illegal drilling semakin marak pada tahun 2018 hingga saat ini.

Kawasan minyak ilegal di Desa Bungku ada belasan titik dan untuk membuka satu sumur ilegal memakan dana sekitar Rp 80 juta, dengan kedalaman sumur mencapai ratusan meter.


Penulis: Novri/Ant
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments