Senin, 17 Mei 2021

Tes Psikologi Sebabkan Penerbitan SIM Menurun


Selasa, 06 April 2021 | 11:00:39 WIB


Ilustrasi perpanjang SIM. Kini tes psikologi jadi syarat tambahan bikin SIM hingga perpanjangannya.
Ilustrasi perpanjang SIM. Kini tes psikologi jadi syarat tambahan bikin SIM hingga perpanjangannya. / ANTARA

MUARASABAK - Angka penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanjab Timur di tahun 2021 mengalami penurunan jika dibanding tahun sebelumnya.

Hal ini dikarenakan mulai diterapkannya aturan tes psikologi terhadap para pemohon yang ingin membuat SIM. Kendala lain yaitu adanya pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat enggan untuk banyak beraktivitas di luar rumah.

 Kasat Lantas Polres Tanjab Timur Iptu Rio R Siregar menuturkan, pembuatan SIM dengan tes psikologi ini berdasarkan pasal 81 ayat 4 undang-undang nomor 22 tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain itu, juga diatur dalam pasal 36 peraturan Kapolri nomor 9 tahun 2012 tentang SIM.

"Untuk tahun 2020 lalu, dari bulan Januari hingga Maret jumlah SIM yang diterbitkan yaitu 995, dan untuk jumlah keseluruhan di tahun 2020 yaitu sebanyak 4.125 SIM yang telah diterbitkan. Sedangkan untuk bulan Januari hingga Maret 202, jumlah SIM yang diterbitkan sebanyak 772," beber Rio, Selasa (6/4/2021).

Masih banyak masyarakat Tanjab Timur belum mengetahui adanya peraturan terkait syarat pembuatan SIM harus melalui tes psikolog. Pihak kepolisian sendiri terus mensosialisasikan ke masyarakat terkait salah satu syarat pembuatan SIM harus melalui tes psikologi.

Sementara itu, di tengah perkembangan zaman seperti saat ini, dimana teknologi semakin dikedepankan, pihak Satlantas Polres Tanjab Timur tengah mempersiapkan program baru terkait perpanjangan SIM yang bisa dilakukan di rumah secara online tanpa harus mendatangi loket pelayanan pembuatan SIM yang ada di Polres Tanjab Timur.

"Untuk mekanisme perpanjangan SIM melalui aplikasi online, syaratnya SIM pemohon belum melebihi batas akhir berlakunya SIM tersebut, dicantumkan foto KTP dan mengisi formulir yang muncul di aplikasi tersebut," terang Rio.

"Saat ini kami masih proses uji coba, untuk launchingnya masih belum dilaksanakan," pungkasnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments