Selasa, 13 April 2021

Bos Kemingking Tersangka, Polda Jambi Dalami Tiga Kasus Terkait PT JKE


Rabu, 07 April 2021 | 09:35:03 WIB


Direktur Reskrimum Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi Irwan saat memberikan keterangan pers
Direktur Reskrimum Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi Irwan saat memberikan keterangan pers / dokumentasi - Metrojambi.com

 JAMBI - Komisaris PT Jambi Kemingking Ecopark (JKE), pengelola Kawasan Industri (KI) Kemingking di Muarojambi, Chairil Anwar, ditetapkan sebagai tersangka. Chairil menjadi tersangka dalam perebutan lahan dengan Tanoto Jacobes alias Ayong, pengembang Mall WTC Batanghari.

Penetapan tersangka Chairil Anwar disampaikan oleh Direktur Kriminal Umum Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi Irwan kepada Metro Jambi, Selasa (6/4).

“Ya, Chairil Anwar sudah ditetapkan tersangka sejak seminggu lalu, dalam kasus pengrusakan lahan,” ujar Kaswandi.

Kaswandi menjelaskan, kasus ini berawal dari kerja sama investasi bisnis antara Ayong dengan Chairil.  Menurutnya, lahan yang dirusak tersebut memang berada di Kemingking, Kabupaten Muarojambi, namun tidak masuk dalam Kawasan Industri.

“Kawasannya memang sama, tapi beda,” ujarnya.

Diketahui, Ayong menanamkan investasi sebesar Rp 25 miliar kepada Chairil dengan sejumlah kesepakatan. “Investasi 25 miliar itu diikat dengan akta notaris,” katanya. Beriring waktu, lanjut Kaswandi, Chairil tidak bisa menepati janji sesuai kesepakatan.

“Cairil Anwar tidak memiliki uang cash. Akhirnya, diikat kembali di notaris untuk menggantikan dengan beberapa apartemen, rumah, dan tanah yang dimiliki terlapor (Chairil Anwar, red)," jelas Kaswandi. Di antara tanah itu berada di Kemingking.

Dalam perjanjian, apabila dalam kurun waktu dua tahun Chairil tidak juga mengembalikan uang, maka tanah tersebut dihargai Rp 3.500 per meter dan statusnya menjadi milik Ayong. Sedangkan rumah dan apartemen disepakati dengan nilai sekitar Rp 10 miliar.

Belakangan, Chairil menggarap tanah tersebut, yang kini menjadi objek laporan. Menurut Kaswandi, Chairil memerintahkan anak buahnya untuk merusak tanaman di atas lahan tersebut. Selain Chairil, polisi juga menetapkan dua pengawas dari perusahaan Chairil sebagai tersangka.

Kasus ini pun sudah diekspos di kejaksaan. Kaswandi mengatakan, pihaknya sudah pernah melakukan mediasi untuk perdamaian, namun tidak dicapai kesepakatan. Ayong yang merasa dirugikan oleh Chairil meminta uangnya Rp 25 miliar dikembalikan.

Walau disebut bukan lahan yang sama, ada kemungkinan lokasi yang dilaporkan Ayong masih terkait dengan rencana KI. Dalam berbagai ekposnya, baik ke kalangan pemerintahan maupun pebisnis, PT JKE mengklaim KI dibangun di area seluas sekitar 2020 hektar di Desa Teluk Jambu dan Kemingking Dalam.

Lahan tersebut akan meliputi kawasan perkebunan sawit PT Kharisma Kemingking seluas 1.541 hektar. Chairil Anwar adalah Direktur Utama PT Kharisma Kemingking (KK). Sisanya adalah lahan yang dibeli bekerja sama dengan Ayong, yakni seluas sekitar 475 hektar.

Belakangan terungkap, lahan 1.541 hektar milik PT KK dalam status sita jaminan di BRI Agro dan dilelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Sementara Ayong juga dikabarkan menolak menyerahkan dokumen dan lahan 479 hektar karena Chairil masih terikat hutang dengannya.

Karena masalah tersebut, PT JKE disebut-sebut memindahkan lokasi awal pembukaan KI Kemingking ke areal milik Christian Wijaya seluas 125 hektar. Akan tetapi, Christian juga melaporkan Chairil ke Polda atas tuduhan perusakan dan penyerobotan sebab lahan tersebut belum dibayar lunas.

Kuasa hukum Christian, Nelson Freddy, mengatakan bahwa Chairil baru boleh bekerja di atas lahan tersebut setelah pembayaran lunas. Sedangkan pada saat memasukkan alat berat untuk penyiapan lahan, PT JKE baru membayar uang muka (DP/down payment) sebesar Rp 200 juta.

Dengan demikian, selain kasus yang dilaporkan Ayong, penyidik Polda Jambi juga sedang mendalami laporan Christian Wijaya. Satu laporan lagi dimasukkan oleh salah satu LSM ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Jambi, yakni terkait dugaan pelanggaran undang-undang lingkungan.


Penulis: Novri/Achy
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments