Selasa, 13 April 2021

E-Modul Fisika Terintegrasi Literasi Saintifik untuk Mendukung Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19


Rabu, 07 April 2021 | 22:20:51 WIB


/

 Oleh: Mutia Risma, S.Pd *)

COVID-19 merupakan wabah penyakit yang sedang melanda dunia, termasuk Indonesia. Virus ini pertama kali dilaporkan badan WHO tanggal 31 Desember 2019.

Hingga saat ini, kita masih merasakan dampak dari Covid-19 yang mempengaruhi dan memberikan perubahan di berbagai bidang. Baik bidang kesehatan, ekonomi, pariwisata maupun bidang pendidikan mengalami dampak yang sangat besar dari adanya pandemi ini.

Demi meminimalisir penyebaran Covid-19, pemerintah memberlakukan pembelajaran secara daring (online). Perubahan dari pembelajaran tatap muka menuju pembelajaran daring tentu memberikan pengaruh yang berarti bagi pendidik maupun peserta didik.

Secara tidak langsung, pendidik dituntut agar lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan bahan ajar yang dapat digunakan secara mandiri, menarik minat peserta didik dan meningkatkan pemahaman peserta didik. Disisi lain, peserta didik harus mampu berfikir kritis dan kreatif dalam memilih bahan bacaan dan sumber belajar yang benar, serta lebih mandiri dalam pembelajaran.

Pembelajaran daring juga menuntut pendidik dan peserta didik untuk memanfaatkan perangkat teknologi dalam pembelajaran. Secara tidak langsung, pembelajaran daring  telah mendukung pendidikan abad 21 yang menghendaki integrasi teknologi dalam pembelajaran.

E-modul (electronic module) merupakan bahan ajar yang cocok digunakan dalam pembelajaran daring. Mengapa demikian? Karena e-modul memang disusun untuk belajar mandiri.

Kemendikbud (2017) menyatakan bahwa modul merupakan bahan belajar yang disiapkan secara khusus dan dirancang secara sistematis berdasarkan kurikulum tertentu yang dikemas menjadi sebuah unit pembelajaran terkecil (modular) dan dapat digunakan peserta didik secara mandiri untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu yang telah ditetapkan. Penggunaan e-modul dalam pembelajaran daring diharapkan dapat mendukung kegiatan pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19.

Disamping pandemi yang masih dihadapi, kita tidak boleh melupakan bahwa saat ini sedang berada di abad 21, yaitu abad yang ditandai dengan perkembangan IPTEK yang sangat pesat. Hal ini menuntut peserta didik untuk lebih jeli dan teliti dalam menyaring informasi dari banyaknya sumber yang tersedia.

Proses memahami informasi erat kaitannya dengan literasi. Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2007, literasi adalah kemampuan dalam memahami informasi secara kritis agar siapapun bisa mengakses IPTEK untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Salah satu jenis literasi yang erat kaitannya dengan fisika dan sains adalah literasi saintifik. Menurut PISA (2015) sejak tahun 2012-2015 kemampuan literasi saintifik peserta didik Indonesia selalu menduduki urutan 10 terbawah dibandingkan negara-negara lain.

Tahun 2018 Indonesia berada di urutan 70 dari 78 negara dengan nilai 396. Hal ini harus menjadi perhatian bagi para pendidik agar menciptakan bahan ajar yang dapat meningkatkan kemampuan literasi saintifik peserta didik kita.

Berdasarkan uraian tersebut, diperlukan adanya suatu bahan ajar yang mendukung pembelajaran daring dan memenuhi tuntutan pendidikan abad 21. Bahan ajar tersebut berupa  e-modul fisika terintegrasi literasi saintifik.

Penerapan e-modul fisika terintegrasi literasi saintifik dimaksudkan untuk mendukung pembelajaran daring dan meningkatkan kemampuan literasi saintifik peserta didik Indonesia. E-modul sendiri dapat dioperasikan menggunakan smartphone (perangkat teknologi) sehingga mudah digunakan dimana dan kapan saja secara mandiri oleh peserta didik, serta meningkatkan minat belajar meskipun dalam situasi pandemi.

Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu dan pendidikan bisa berjalan normal seperti semula. Aamiin.


*) Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika Universitas Negeri Padang (UNP)


Penulis: Mutia Risman S.Pd
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments