Rabu, 12 Mei 2021

MTQ ke 50 Provinsi Jambi Didesain dengan Konsep Protokol Kesehatan


Rabu, 07 April 2021 | 14:21:32 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 50 tingkat Provinsi Jambi tahun 2021 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

"Karena masih di masa pandemi Covid-19 sehingga pelaksanaan MTQ ke 50 Provinsi Jambi dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman di Jambi, Rabu.

Beberapa bagian kegiatan dalam gelaran MTQ Tingkat Provinsi tersebut ditiadakan. Terutama kegiatan yang menimbulkan kerumunan seperti pawai taaruf dan pameran.

Selain itu, saat malam pembukaan MTQ turut menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Seperti diantaranya tamu undangan yang di batasi, jumlah kafilah yang mengikuti defile dan yang berada di podium juga dibatasi. Begitu pula dengan tamu undangan yang hadir secara langsung turut dibatasi.

Dengan demikian diharapkan pelaksanaan MTQ ke 50 Provinsi Jambi tersebut tidak menyebabkan timbulnya kluster baru dalam penularan Covid-19.

"Pada hari ini melalui rapat kerja daerah LPTQ Provinsi Jambi akan di bahas secara teknis penerapan protokol kesehatan tersebut," kata Sudirman.

Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Hairan mengatakan saat ini persiapan pelaksanaan MTQ ke 50 tingkat Provinsi Jambi di Tanjab Barat sudah mencapai 80 persen. Hanya beberapa unit bangunan yang masih dalam proses pengerjaan, seperti pagar di arena utama.

"Persiapan pelaksanaan sudah 80 persen, bercermin pada pelaksanaan MTQ tingkat nasional di Provinsi Sumatera Barat maka MTQ tingkat Provinsi Jambi akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan," kata Hairan.

Dengan memperhatikan letak geografis Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang berada di pesisir Jambi, maka pelaksanaan MTQ ke 50 Provinsi Jambi akan dilaksanakan pada bulan September 2021, yakni pada rentang tanggal 23 September sampai dengan 30 September.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments