Minggu, 11 April 2021

Tiga Daerah di Jambi Berjuang Dapatkan Penghargaan KKS


Kamis, 08 April 2021 | 09:28:32 WIB


Penjabat Gubernur Jambi Hari Nur Cahya Murni
Penjabat Gubernur Jambi Hari Nur Cahya Murni / Antara

 JAMBI - Sebanyak tiga kabupaten dan kota di Provinsi Jambi pada 2021 ini berjuang untuk mendapatkan penghargaan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) dari pemerintah pusat.

"Provinsi Jambi sudah melakukan verifikasi KKS Tahun 2020 hasilnya ada tiga kabupaten dan kota yang diusulkan untuk mendapatkan penghargaan Swasti Saba (penghargaan Kabupaten Kota Sehat)," kata Penjabat Gubernur Jambi Hari Nur Cahya Murni, Kamis (8/4/2021).

Tiga daerah tersebut yakni, Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, dan Kota Jambi. Kabupaten Batanghari dan Muaro Jambi diusulkan mendapatkan Swasti Saba kategori padapa, dan Kota Jambi diusulkan untuk penghargaan serupa dengan kategori wistara.

Dia mengharapkan bupati dan wali kota yang daerahnya diusulkan mendapatkan penghargaan KKS tetap memantapkan komitmen dan pelaksanaan tatanan KKS.

Hal itu, katanya, karena penghargaan KKS merupakan program yang mencakup multi sektor dan multi pemangku kepentingan, serta memiliki pendekatan luas dalam aspek perencanaan dan pembangunan daerah.

"Saya juga berharap agar delapan kabupaten dan kota yang lain dapat mempersiapkan diri untuk penilaian tahapan awal oleh Pemerintah Provinsi Jambi sehingga seluruh kabupaten dan kota mendapatkan penghargaan KKS," kata Hari Nur Cahya Murni.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari dr Elvi Yennie mengatakan daerah setempat optimistis mendapatkan penghargaan KKS, karena dari segi prasyarat yang dinilai sudah memenuhi ketentuan.

"Kita cukup optimis untuk mendapatkan penghargaan ini, karena persyaratan yang ditetapkan sudah dipenuhi dan harapannya dapat bertahan," katanya.

Dia menjelaskan penghargaan Swasti Saba meliputi kategori padapa, wistara, dan wiwerda. Untuk mendapatkan penghargaan dari masing-masing kategori, kabupaten dan kota harus memenuhi beberapa tatanan dari 10 tatanan KKS, di antaranya pemukiman, sarana dan prasarana umum, kehidupan masyarakat sehat mandiri, ketahanan pangan dan gizi.

Selain itu, pasar sehat dan pendidikan yang meliputi sekolah sehat, kehidupan sosial yang sehat dan penanganan bencana, transportasi dan tata tertib lalu lintas jalan, perkantoran, perindustrian (IKM) dan UMKM, pariwisata, rumah ibadah dan kota pintar.

"Dari sepuluh tatanan tersebut kita sudah mempersiapkan empat tatanan dan beberapa tatanan lainnya," kata dr Elvie Yennie.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: Antara

TAGS:


comments