Rabu, 12 Mei 2021

Coret-coret Seragam, Puluhan Pelajar di Kerinci Diamankan


Kamis, 08 April 2021 | 10:02:38 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

KERINCI - Aksi coret-coret baju seragam sekolah usai ujian sekolah oleh sejumlah siswa SMA sederajat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, kembali terjadi, Senin (5/4/2021).

Puluhan pelajar tampak berkumpul di depan Kantor Bupati Kerinci dengan memegang kaleng cat dan baju yang dipakai sudah penuh coretan. Selain berkumpul di kantor Bupati, siswa ini juga melakukan konvoi di jalanan menggunakan sepeda motor.

Siswa siswi ini nekad melakukan aksi corat-coret seragam sekolah setelah selesai ujian. "Aksi coret-coret dilakukan mungkin karena sudah selesai melaksanakan ujian dan sudah ngerasa tamat sekolah,” kata salah seorang pengendara yang melihat aksi tersebut.

Namun, hal ini sangat disayangkan. Seharusnya pihak sekolah memberi teguran atau himbauan kepada siswanya sebelum atau sesudah ujian.

Puluhan siswa SMA yang tengah merayakan ketulusannya dengan aksi coret-coret pakaian sekolah ini akhirnya diamankan anggota Sabhara Polres Kerinci.

Apa yang dilakukan siswa SMA ini sempat mengundang perhatian masyarakat yang melintas di jembatan kerinduan Kota Sungai Penuh.

Selain melakukan coret-coret seragam, aksi puluhan siswa dan siswi SMA tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan dan sempat menyebabkan kemacetan di jalan tersebut.

Kasat Sabhara Polres Kerinci, AKP Johan C Silaen mengatakan, puluhan siswa yang diamankan tersebut akan diberikan sanksi sosial. “Nanti mereka yang kami amankan ini akan dipanggil orang tuannya dan akan kami berikan sanksi sosial,” kata Kasat Sabhara.

Sebanyak 47 siswa dan 9 siswi berhasil diamankan Sat Sabhara Polres Kerinci. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi penyebaran covid-19 di lingkungan sekolah.

“Saat ini Kota Sungai Penuh masih berada di zona merah dan Kabupaten Kerinci zona oranye. Makanya kami segera mengambil tindakan agar tidak terjadi penyebaran covid-19 di kalangan pelajar sehingga akan menimbulkan klaster sekolah,” jelasnya.

Ia berharap, agar sekolah-sekolah yang ada di wilayah hukum Polres Kerinci tidak mengulangi apa yang dilakukan puluhan siswa yang sudah diamankan itu.

“Kita berharap, hal serupa tidak terulang kembali oleh siswa sekolah lainnya,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Kerinci Adirozal juga membubarkan anak-anak siswa, karena selain tidak ada azas manfaat serta membahayakan keselamatan mereka karena ugal-ugalan di jalan.

"Kami berharap kepada pihak sekolah, guru, orang tua dan seluruh lapisan masyarakat untuk memberi nasehat agar kegiatan tidak produktif seperti ini tidak terulang lagi," sebutnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments