Selasa, 13 April 2021

Batubara dan Minyak Mentah Dorong Perbaikan Usaha Tambang


Kamis, 08 April 2021 | 10:08:52 WIB


Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Suti Masniari Nasution
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Suti Masniari Nasution / istimewa

JAMBI - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Suti Masniari Nasution mengatakan, permintaan batubara eksternal dan domestik mengalami peningkatan. Permintaan eksternal meningkat seiring pelonggaran lock down dan pembatasan sosial.

“Kegiatan ekonomi khususnya manufaktur  dan produksi yang diperkirakan pulih  menyusul implementasi program vaksin  akan mendorong permintaan batubara. Di sisi domestik pelonggaran pembatasan sosial  akan mendorong konsumsi bahan bakar listrik dan industri,” kata Suti, Kamis (8/4/2021).

Selain itu, kinerja komoditas minyak  juga akan meningkat disebabkan sudah mulai pulihnya  permintaan eksternal terutama dari negara berkembang. Pemulihan ekonomi Tiongkok dan India  yang lebih cepat dari perkiraan  mendorong kembali bergeraknya aktivitas industri  kedua negara tersebut yang berdampak positif terhadap  permintaan minyak mentah.

Sementara itu, melihat ke belakang pada akhir 2020 lalu yakni triwulan ke IV , kinerja lapangan usaha pertambangan  tercatat terkontraksi 2,90 persen menurun dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar  2,73 persen juga lebih rendah jika dibandingkan pertumbuhan  dengan triwulan yang sama tahun 2019 lalu yakni sebesar  4,73 persen (yoy).

“Secara keseluruhan tahun 2020, lapangan usaha pertambangan terkontraksi sebesar 2,21 persen  menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang tumbuh 4,73 persen,” terangnya.

Penurunan lapangan usaha pertambangan  terutama disebabkan pemulihan  ekonomi global dan domestik yang lebih lambat dari perkiraan. Kondisi tersebut berdampak pada kinerja komoditas energi primer  yang masih terbatas pada triwulan IV 2020.

Persediaan batu bara global yang cukup tinggi selama pandemi Covid-19 mengakibatkan  permintaan eksternal terhadap batu bara  asal provinsi Jambi tidak menunjukan pertumbuhan.

Permintaan eksternal tersebut tercermin dari  ekspor batu bara provinsi Jambi  yang terkontraksi sebesar 78,86 persen (yoy) menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar  53,86 persen.

Sementara itu, di tingkat regional pelaku usaha tambang di Provinsi Jambi  juga masih menghadapi kendala distribusi untuk pengiriman ke pasar dalam negeri. Sejak awal tahun 2018  jam operasional pengangkutan batu bara dibatasi untuk mengihndari konflik dengan masyarakat sekitar area perlintasan angkutan batubara.

Solusi pembangunan jalur khusus batubara sudah disepakati oleh pemangku kepentingan terkait, namun masih memerlukan waktu untuk dapat merealisasikannya.

Selanjutnya, produksi minyak  Provinsi Jambi juga menunjukan penurunan volume lifting  menjadi 1,84 juta barrel pada triwulan IV 2020  atau terkontraksi sebesar 3,99 persen (yoy) dibandingkan triwulan IV 2019. Secara keseluruhan tahun 2020, kinerja lapangan usaha pertambangan  mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Penurunan kegiatan industri dan perjalanan  akibat covid 19 berdampak negative  terhadap permintaan bahan bakar minyak batu bara. Penurunan permintaan tersebut sejalan dengan pelemahan harga komoditas energi primer dipasar internasional. Bahkan harga minyak mentah sempat tercatat negatif pada triwulan II 2020.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments