Sabtu, 15 Mei 2021

Bawa Parang dan Samurai, Tersangka Sudah Berniat Aniaya Siswa SMAN 7 Kota Jambi


Sabtu, 10 April 2021 | 09:10:48 WIB


Polsek Telanaipura saat menggelar rekonstruksi kasus pembacokan yang menewaskan siswa SMAN 7 Kota Jambi
Polsek Telanaipura saat menggelar rekonstruksi kasus pembacokan yang menewaskan siswa SMAN 7 Kota Jambi / Metrojambi.com

 JAMBI - Kepolisian Sektor (Polsek) Telanaipura menggelar rekonstruksi kasus pembacokan yang menewaskan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 7 Kota Jambi bernama Syahru Romadhoni, Jumat (9/4/2021).

Pihak kepolisian melakukan pengemanan dengan ketat karena jalannya rekonstruksi di halaman Mapolsek Telanaipura menjadi tontonan banyak warga.

"Kami melakukan antisipasi agar tidak ada kericuhan selama pelaksanaan rekonstruksi," ujar Kapolsek Telanaipura AKP Yumika Putra.

Rekonstruksi dilakukan dalam 20 adegan, dari sebelimnya yang direncanakan hanya 18 adegan. Dari jalannya rekonstruksi, terlihat jika enam orang tersangka memang telah berniat untuk melakukan penganiayaan.

Kejadian bermula usai pertandingan futsal Piala Wakil Wali Kota Jambi di GOR Kotabaru, antara tim SMA Muhammadiyah melawan SMAN 7 Kota Jambi. Usai pertandingan terjadi keributan karena suporter SMA Muhammadiyah yang juga berasal sejumlah sekolah lainnya tidak terima tim mereka kalah.

Keributan tidak berlangsung lama, karena kedua kelompok suporter berhasil dibubarkan. Usai kejadian, suporter SMAN 7 Kota Jambi membubarkan diri pulang ke rumah masing-masing.

Meski telah dibubarkan, namun keenam tersangka masih tidak puas. Mereka lalu mengejar rombongan suporter SMAN 7 Kota Jambi.

Yumika mengatakan, terlihat para tersangka berniat melakukan penganiayaan. Pasalnya, sebelum melakukan penganiayaan tersangka lebih dulu mempersenjatai diri dengan parang dan samurai.

Keenam tersangka yang berboncengan dua sepeda motor berhasil mencegat korban di daerah Buluran Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Saat itu, korban yang berboncengan sepeda motor bersama temannya Danil, tertinggal dari rombong suporter SMAN 7 lainnya.

Setelah sepeda motor yang dikendarai korban dipepet, AZ yang merupakan tersangka utama dalam kasus ini lantas melakukan pembacokan.

Ayunan senjata tajam dari tersangka awalnya mengenai Danil yang saat itu berboncengan di belakang. Setelah sepeda motor berhenti, Danil langsung berlari menyelamatkan diri.

Sementara itu korban Syahru Romadhoni yang tidak sempat menyelamatkan diri, dibacok AZ di bagian kepala. Korban akhirnya meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit.

Selain AZ sebagai pelaku utama, lima tersangka lainnya, yakni MZ, RK, FR, MA, dan MY memiliki peran berbeda. Tersangka MZ berperan membonceng RK dan pelaku pembacokan AZ. RK merupakan pemilik motor yang dibawa MZ.

"Sedangkan FR, MA dan MY mengendarai motor satunya lagi mengiringi pelaku pembacokan," sebut Yumika.

Adapun pasal yang dikenakan kepada para tersangka yakni, untuk tersangka AZ dikenakan Pasal 355 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan berat yang direncanakan menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara subsider Pasal 354 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan yang direncanakan terlebih dahulu yang menyebabkan matinya seseorang dengan ancaman 10 tahun penjara subsider Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Sedangkan, untuk tersangka MZ, RK, FR dan MA dikenakan pasal yang sama dan juncto Pasal 55 dan 57 KUHP tentang penyertaan dengan ancaman hukuman pokok dikurangi sepertiga.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments