Sabtu, 8 Mei 2021

Ratusan Sumur Minyak Ilegal di Batanghari Ditutup, Warga: Kami Tidak Ada Penghasilan Lagi untuk Makan


Rabu, 07 April 2021 | 21:31:00 WIB


Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany Setiyono saat berbincang dengan warga di lokasi penertiban sumur minyak ilegal di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Rabu (7/4/2021)
Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany Setiyono saat berbincang dengan warga di lokasi penertiban sumur minyak ilegal di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Rabu (7/4/2021) / Metrojambi.com

 MUARA BULIAN - Ratusan sumur minyak ilegal di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari ditutup oleh tim gabungan dari kepolisian, TNI, serta pemerintah daerah.

Penutupan sumur minyak ilegal tersebut merupakan bagian dari operasi penertiban illegal drilling yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) bersama sejumlah pihak terkait, yang dimulai sejak 1 April lalu.

Sedikitnya 180 orang personel gabungan dikerahkan untuk mendukung upaya penertiban tersebut. Tidak hanya menutup sumur, personel gabungan juga memotong pipa yang digunakan untuk mengalirkan minyak.

Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany Setiyono mengatakan, sebelum dilakukan penertiban pihaknya sudah terlebih dahulu melakukan upaya preemtif berupa sosialisasi dan edukasi, serta preventif berupa patroli dan penjagaan.

"Terkait penegakan hukum, kita tidak hanya menutup sumur minyak ilegal, namun juga melakukan penyelidikan terhadap pelaku serta pemodal," ujar Sigit, Rabu (7/4/2021).

Ditambahkan Sigit, pihaknya tidak hanya melakukan penegakan hukum, namun juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, serta SKK Migas untuk mencari solusi permanen dan menyiapkan langkah mitigasi bagi masyarakat terdampak melalui penyiapan bantuan langsung maupun program padat karya.

"Terkait upaya rehabilitasi awal terhadap tanah di lokasi operasi, kami melakukan pemotongan tiang canting, penutupan lubang sumur dan bak seller, diikuti dengan perataan tanah," kata Sigit.

Bersama Bupati Batanghari, Kajari Batanghari, serta pihak Kodim 0415/Bth, Sigit juga sempat berbincang dengan sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi penertiban.

Salah seorang warga bernama Rosna saat ditanyai mengaku mengetahui jika aktivitas pengeboran minyak di wilayah Desa Bungku dilakukan secara ilegal.

"Iya, tahu pak, karena suami saya juga kerja di sini sebagai kuli," ujar Rosna sambil menggendong anaknya.

Ditambahkan Rosna, meski pendapatan sedikit, namun ia membiarkan suaminya bekerja di lokasi penambangan minyak ilegal agar tidak melakukan aksi kriminalitas karena tidak ada pekerjaan.

"(Pendapatan, red) cukup untuk makan saja pak. Yang penting suami saya tidak melakukan kriminal dan mencuri," sebut Rosna.

Terkait penertiban sumur minyak ilegal tersebut, Rosna berharap ada solusi dari pemerintah. Karena, selama ini banyak warga menggantungkan hidupnya dari aktivitas ilegal tersebut.

"Saya berharap (illegal drilling, red) ini jangan ditindak lagi. Kami takut tidak ada penghasilan lagi untuk makan," pungkasnya.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments