Rabu, 16 Juni 2021

Bawa Foto Presiden Jokowi dan Pengacara Hotman Paris, Ribuan Masyarakat Rantau Pandan Pagar Jalan PT. KBPC

Kamis, 08 April 2021 | 15:42:35 WIB


Dengan membawa foto Presiden Jokowi dan pengacara Hotman Paris, warga Rantau Pandan, Kabupaten Bungo menggelar aksi menolak keberadaan PT. KBPC, Kamis (8/4/2021)
Dengan membawa foto Presiden Jokowi dan pengacara Hotman Paris, warga Rantau Pandan, Kabupaten Bungo menggelar aksi menolak keberadaan PT. KBPC, Kamis (8/4/2021) / Metrojambi.com

 MUARA BUNGO - Ribuan masyarakat Dusun Rantau Pandan, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo turun ke jalan berujuk rasa di jalan tambang batubara PT. KBPC, Kamis (8/4/2021).

Masyarakat melakukan orasi di jalan rusak akibat aktivitas perusahaan dengan membawa sejumlah atribut dan poster Presiden Joko Widodo, serta pengacara Hotman Paris.

Tak puas melakukan orasi, beberapa mak-mak langsung memancang tiang dan memagar menggunakan kawat berduri di jalan milik PT. KBPC tersebut.

Tokoh Masyarakat Rantau Pandan, Muhammad Husnaini dalam orasinya meminta PT. KBPC menghentikan aktivitas tambangnya tersebut.

Ia menilai, pertambangan batubara di Rantau Pandan tersebut tidak menguntungkan sedikitpun bagi masyarakat setempat. Melainkan hanya membuat mayarakat sengsara.

"Dusun Rantau Pandan ini memiliki kekayaan berlimpah tapi masyarakatnya malah tertinggal," ujarnya.

Husnaini menegaskan bahwa pagar yang dipasang oleh masyarakat tidak akan dibuka selamanya. Jika ada pihak yang membuka maka akan dilakukan pemagaran lagi oleh masyarakat.

Dikatakannya, pemagaran jalan tambang oleh ribuan masyarakat merupakan bentuk kemarahan masyarakat atas kerusakan alam dan penyerobotan laham oleh PT. KBPC.

"PT. KBPC milik Syamsudin sudah semena-mena. Kami sebagai masyarakat tidak menginginkan ada aktivitas PT Syamsudin lagi di sini," tegasnya.

Ia meminta Pemerintah menindak tegas aktivitas pertambangan PT. KBPC tersebut. Karena ia menilai perusahan tidak memiliki izin melakukan aktivitas pertambangan.

Jika pihak pemerintah tidak bertindak dan pertambangan masih tetap berjalan masyarakat mengancam akan melakukan aksi lebih besar lagi.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments