Selasa, 26 Oktober 2021

Meteran Dicabut dan Diminta Bayar Rp 20 Juta, Konsumen laporkan PLN Jambi ke Polda

Sabtu, 10 April 2021 | 09:39:17 WIB


Anthoni Suyanto saat menunjukkan bukti laporan ke Polda Jambi
Anthoni Suyanto saat menunjukkan bukti laporan ke Polda Jambi / Metrojambi.com

 JAMBI - Seorang konsumen pemakai token listrik bernama Anthoni Suyanto, warga Jalan Yohanes Yoenus, RT 05 Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, melaporkan PT PLN Cabang Jambi karena merasa dirugikan setelah munculnya tagihan pemakaian listrik di rumah toko (ruko) miliknya.

"Setelah dituntut untuk membayar uang senilai Rp 20.693.832 dan meteran token listrik dicabut petugas, maka saya melaporkan kasus ini ke Polda Jambi," kata Anthoni, Jumat (9/4/2021).

Anthoni menceritakan kejadian bermula pada 2018 lalu. Awalnya, kata Anthoni, ia memasang meteran KWH, namun kemudian diganti menjadi meteran token di ruko miliknya di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Namun setahun berselang, tiba-tiba pegawai PLN datang dan mencabut meteran listriknya.

"Saya waktu itu dipanggil untuk datang ke ruko saya untuk menemui petugas PLN. Saat itu petugas PLN memberi tahu saya bahwa meteran token saya ada kerusakan. Awalnya saya kira rusak biasa, namun tiba-tiba petugas PLN juga memberi tahu bahwasanya saya menunggak sekitar 17.000 KWH," beber Anthoni.

Setelah pemberitahuan itu, Anthoni langsung mendatangi kantor PLN Rayon Kotabaru, Kota Jambi. Saat itu, kata Anthoni, dirinya langsung ditagih uang senilai Rp10 juta rupiah untuk membayar tagihan tunggakan token.

"Saya disuruh bayar 10 juta rupiah. Tapi saya abaikan karena setahu saya yang namanya token tidak ada tagihan," kata Anthoni.

Saat itu, lanjut Anthoni, dirinya sempat menanyai petugas tentang perihal tagihan ini yang ditagih setelah setahun berlalu. "Respons petugasnya saat itu menyebutkan bahwa tugas mereka tidak hanya mengurusi meteran saya, tetapi masih banyak pekerjaan lainnya," ujar Anthoni.

Kasus itu pun dia abaikan dan dingin hingga setahun berlalu. Pada 2021 ini, ruko tersebut ada yang hendak menyewa, namun saat dirinya hendak memasang kembali meteran listrik, maka muncullah tagihan kembali dan harus dibayarkan jika ingin dipasang kembali.

Sementara itu, Manajer PT PLN Cabang Jambi Hanafi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, tidak memberikan jawaban.


Penulis: Novri/Ant
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments