Kamis, 23 September 2021

Kemenag Keluarkan Edaran, Ini Panduan Ibadah Ramadhan 1442 Hijriah

Minggu, 11 April 2021 | 18:05:51 WIB


/ Metrojambi.com

 JAMBI - Bulan suci Ramadhan 1442 hijriah telah diambang pintu. Tahun ini merupakan tahun kedua bulan Ramadhan dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

Namun demikian, Covid-19 juga tidak menjadi penghalang umat muslim untuk beribadah. Kementerian Agama (Kemenag) juga telah mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan ibadah Ramadhan tahun ini.

Humas Kantor Wilayah Kemenag Jambi Yazid menyampaikan, aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran nomor SE 04 tahun 2021 tentang perubahan surat edaran nomor SE 03 tahun 2021 tentang panduan ibadah ramadhan dan idul fitri tahun 1442 hijriah/2021.

"Kanwil Kemenag Provinsi Jambi telah menerima surat edaran mengenai panduan ibadah ramadhan tahun 1442 Hijriah," ujarnya, Minggu (11/4/2021).

Surat edaran ini ada untuk memberikan rasa aman kepad umat islam dalam menjalankan ibadah pada bulan suci tahun ini.

"Mengingat masih pandemi Covid-19, jadi melaksanakan ibadah yang sejalan dengan protokol kesehatan. Ini juga bertujuan memutus mata rantai, mencegah dan mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari bahaya Covid-19," kata Yazid.

Adapun ketentuan dalam melaksanakan ibadah yakni:

Pertama, Umat islam, kecuali yang sakit atau atas alasan syar'i lainnya yang dapat dibenarkan, wajibenjalankan ibadah puasa ramadhan sesuai hukum syariah dan tata cara yang ditentukan agama.

Kedua, sahur dan buka puasa dianjurkan di rumah masing- masing bersama keluarga inti.

Ketiga, buka puasa bersama tetap dilaksanakan dengan ada pembatasan 50 persen dari kapasitas ruangan dan tetap menghindari kerumunan.

Keempat, pengurus masjid/ mushala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah shalat fardu 5 waktu dengan pembatasan jumlah 50 persen dari kapasitas masjid, penerapan prokes secara ketat, menjaga jatak 1 meter antar jamah, dan setiap jamaah membawa sajadah/ mukena masing- masing, pengajian/ ceramah/ tausiyah/ qultum ramadhan dan kuliah subuh paling lama dengan durasi 15 menit, peringatan Nuzulul Quran di masjid/ mushala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah 50 persen dari kapasitas ruangan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Kelima, pengurus dan pengelola masjid/mushala wajib menerapkan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah.

Keenam, sholat tarawih dan witir, tadarus Al Quran, iktikaf, Nuzulul Quran tidak boleh dilaksanakan di daerah resiko tinggi (zona merah) dan zona orange penyebaran covid-19 berdasarkan penetapan pemerintah daerah setempat.

Ketujuh, Nuzulul Quran dilaksanakan didaerah kategori rendah dan aman dari Covid-19 dengan pembatasan.

Kedelapan, vaksinasi dapat dilakukan di bulan ramadhan dengan berpedoman pada fatwa MUI nomor 13 tahun 2021 tentang hukum vaksinasi covid-19 saat berpuasa dan hasil ketetapan fatwa ormas islam lainnya.

Kesembilan, kegiatan pengumpulan dan penyaluran ZIS, BAZNAS, LAZ dilakukan dengan memperhatikan prokes dan menghindari kerumunan.

"Kesepuluh, dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah dibulan suci ini tentunya tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yanv dapat mengganggu persatuan umat. Kemudian, penceramah diharapkan dapat memperkuat nilai keimanan. Terakhir, mengenai Shalat Idul Fitri," demikian Yazid.


Penulis: Achy
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments