Rabu, 12 Mei 2021

Masyarakat Terusik dengan Keberadaan Aparat di Lokasi Sengketa Lahan


Senin, 12 April 2021 | 09:13:00 WIB


/ Metrojambi.com

SENGETI - Konflik lahan antara masyarakat Desa Tarikan, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi dengan pihak PT. Kumpeh Karya Lestari (KKL) milik Yan Isaryanto alias Asiong CS masih terus berlanjut. Lokasi Tanah Obyek Landreform (TOL) bersengketa ini dijaga oleh aparat kepolisian.

Keberadaan aparat di lokasi TOL tersebut membuat masyarakat merasa terusik. Masyarakat yang hendak memanen hasil kebun milik masyarakat dilarang. Sementara ekonomi masyarakat setempat hanya tergantung dari hasil perkebunan.

Seperti yang diutarakan oleh Ahmad Sabki, salah seorang masyarakat Kelompok Tani TOL mengatakan dengan adanya aparat kepolisian di lokasi kebun, pihaknya sangat terusik karena ini menyangkut ekonomi masyarakat desa Tarikan.

"Jadi masyarakat tidak bisa manen, selama ini masyarakat nyaman berada di tanah dia sendiri. Setelah ada bapak-bapak polisi ini masyarakat sangat merasa terusik dan intimidatif. Mohon kepada pemerintah yang diatas untuk mengatasi persoalan ini," katanya kepada awak media, Minggu  (11/4/2021).


Penulis: Sudir Putra/Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments