Jumat, 18 Juni 2021

Masyarakat Terusik dengan Keberadaan Aparat di Lokasi Sengketa Lahan

Senin, 12 April 2021 | 09:13:00 WIB


/ Metrojambi.com


Menurutnya, hampir satu minggu ini masyarakat desa Tarikan tidak bisa memanen sawit di lahan miliknya sendiri. “Kalau kita manen katanya nanti terkena Undang-undang perkebunan. Padahal kan tanah ini adalah tahan Objek Landreform untuk masyarakat desa Tarikan kenapa itu diterapkan Undang-undang Perkebunan," bebernya.

Hingga saat ini, masyarakat merasa dengan keberadaan pihak kepolisian di lokasi perkebunan merasa terganggu, karena tidak bisa memanen sawit milik warga.

"Itu buah-buah masyarakat, ditakut-takuti oleh pak Kapolres dengan undang-undang perkebunan katanya 4 tahun penjara, padahal kita tahu ada Serma, Perma dan SE Jaksa Agung ada edarannya tidak boleh. Ini kan ranahnya perdata kenapa kami dilarikan ke pidana," keluhnya.

Dijelaskan Sabki, sebelumnya ada perjanjian antara warga desa Tarikan dengan Bupati Muarojambi dan Tim Terpadu (Polres, Kodim, BPN) belum lama ini, Bupati mengusulkan supaya ini diselesaikan dengan jalan mediasi namun nyatanya berbeda.

"Itu hanya kebohongan saja sampai sekarang ini belum pernah, belum ada janji janji yang ditepati," katanya lagi.

Dikatakannya lagi, dulu Bupati Muaro Jambi Masnah Busro tidak ingin melihat warganya ditangkap karena sengketa ini, tapi kenyataannya berbeda lagi. “Kenyataannya ada warga kita yang ditangkap, kami selalu diintimidasi oleh pihak-pihak aparat," ujarnya menambahkan.

Sabki juga berharap kedepan bahwa TOL ini merupakan program Negara, dirinya meminta agar dikembalikan lahan ini sesuai peruntukannya, amanat negara untuk milik masyarakat Desa Tarikan, Kecamatan Kumpeh Ulu.

"Ini kan ada namanya SK TOL, untuk kesejahteraan masyarakat desa Tarikan, tapi sampai saat ini tanah tersebut masih dikuasai oleh pihak perusahaan PT. KKL, PT itu sendiri bergerak di bidang pengelolaan kayu hutan bukan bergerak di bidang perkebunan, masyarakat hanya dibodohi ini," keluhnya.

Penulis: Sudir Putra/Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments