Sabtu, 24 Juli 2021

Ratusan Koperasi di Bungo Tak Bisa Terima Bantuan

Selasa, 13 April 2021 | 09:13:51 WIB


Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag Kabupaten Bungo Yurmita
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag Kabupaten Bungo Yurmita / Metrojambi.com

 MUARA BUNGO - Ratusan Koperasi di Kabupaten Bungo diketahui sudah tidak memiliki aktivitas lagi. Selama dua tahun terakhir, dari 302 koperasi hanya 181 yang aktif, sementara sisanya 121 sudah tidak beraktivitas.

Selain itu, beberapa koperasi tidak melakukan kegiatan sesuai ketentuan, seperti pelaksanaan Rapat Akhir Tahun (RAT) yang tidak dilakukan setiap tahun, bahkan tidak melaksanakan RAT sama sekali.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Kabupaten Bungo melalui Kabid Koperasi dan UMKM Ir Yurnita menyebutkan, pihaknya akan melakukan tindakan terhadap koperasi yang tidak aktif tersebut.

"Mereka yang mati suri akan kita tertibkan dan dibekukan," kata Yurnita, Selasa (23/4/2021).

Menurut dia, pembekuan koperasi bukan hal yang gampang. Butuh proses pajang, seperti mencari pengurus, alamat, tanggapan masyarakat dan sebagainya. "Sekarang yang sudah kita bekukan ada 20. Itu terbanyak ditahun 2019-2020 lalu," ujarnya.

"Sekarang kita sedang verifikasi. Kita data dulu baru nanti kita ajukan pembekuan ke pemerintah pusat," katanya menambahkan.

Menurut Yurnita, koperasi yang dinyatakan aktif adalah koperasi yang benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya. Selain itu, mereka juga melakukan Rapat Akhir Tahun (RAT) secara rutin. ‘’Jika tidak rutin, maka koperasi tersebut boleh dikatakan mati suri,’’ ungkapnya.

Dijelaskannya, koperasi di Bungo kebanyakan bergerak disektor simpan pinjam. Baik itu koperasi masyarakat biasa maupun koperasi yang dibentuk oleh perusahaan.

Yurnita berharap agar koperasi di Bungo terus berkembang dan menjalankan tugas dan fungsinya. Banyak manfaat jika koperasi itu aktif, seperti bisa mensejahterakan anggotanya, kemudian bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah serta manfaat lainnya.

"Koperasi yang bisa mendapatkan bantuan adalah koperasi yang melaksanakan RAT minimal dua kali berturut-turut. Jika ada bantuan, maka ditahun ketiga baru dapat," ungkapnya.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments