Jumat, 18 Juni 2021

Tim Tabur Kejati Jambi Tangkap Terpidana Kasus Penipuan USD 62.000

Selasa, 13 April 2021 | 14:18:30 WIB


Tim Tabur Kejati Jambi berhasil menangkap Ir. Viyoshi A. Febrianto terpidana kasus penipuan senilai USD 62.000
Tim Tabur Kejati Jambi berhasil menangkap Ir. Viyoshi A. Febrianto terpidana kasus penipuan senilai USD 62.000 / Metrojambi.com

JAMBI – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejati Jambi menangkap seorang perempuan bernama Ir. Viyoshi A. Febrianto binti Umriza Abidin, terpidana kasus penipuan yang ditelah masuk daftar pencarian orang(DPO) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi sejak beberapa waktu lalu.

Perempuan kelahiran Bandung 31 Agustus 1965 ini ditangkap di sekitar Perumahan Bintaro Jaya Sektor 2 Tangerang. Saat ditangkap tidak ada perlawanan baik dari terpidana maupun dari pihak keluarga.

Oleh petugas, perempuan yang beralamat Jalan Catelya I No. 1 Sungai Putri, Kota Jambi ini langsung dibawa untuk untuk dicek kesehatannya guna dititipkan sementara di Rutan Kejagung cabang Kejari Jakarta Selatan.

Asisten Intelijen Kejati Jambi Jufri, mengatakan, terpidana tersebut dihukum berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI No. 1671 K/Pid/2013 tanggal 26 Februari 2014 yang dihukum karena terbukti bersalah melakukan penipuan dengan pidana penjara 1 tahun dikurangi terdakwa dalam tahanan.

“Rencananya pada pukul 15.00 WIB sore nanti, terpidana akan dibawa ke Jambi dengan menggunakan pesawat Citilink dan langsung akan kami eksekusi di Lapas Klas II Jambi,” ujar Asintel melalui siaran persnya kepada wartawan.

Untuk diketahui, kasus ini berawal saat terpidana Ir. Viyoshi ini mengaku sebagai Direktur CV.Variasi Utama pada Desember 2011 bertempat di rumahnya Jl Catelya I No.1 Sungai Putri Kota Jambi melakukan tipu muslihat supaya menggerakkan orang lain memberi barang sesuatu kepadanya.

Kemudian korban Muhammad Faiz Dahlan menyerahkan uang sebesar USD 62.000 melalui transfer rekening 318-900-2422 atas nama KT shipping service untuk pembelian solar petronas jenis High Speed Diesel D2 milik Kenzie Tan (Direktur KT. shipping service).

Namun keuntungannya yang dijanjikan tiga bulan dari penyetoran tidak diterima oleh korban. Merasa ditipu, korban lantas melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Selama proses hukum, terpidana Viyoshi ini adalah pada tanggal 07 Juni 2012 sampai 5 Agustus 2021.

Terpidana juga pernah ditahan oleh penyidik dan penuntut umum kemudian ditahan kembali oleh Hakim pada 24 Juni 2013 s/d 23 Juli 2013 hingga akhirnya perkaranya diputus bebas di tingkat PN Jambi dan JPU mengajukan upaya hukum kasasi status Terpidana tidak dilakukan penahanan.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments