Sabtu, 15 Mei 2021

9 Pos Hadang Pemudik

Mudik Sebelum 6 Mei, akan Dicek Kesehatan

Senin, 19 April 2021 | 09:30:10 WIB


Petugas kepolisian saat menghentikan sebuah bus yang memasuki wilayah Jambi pada momen mudik 2020 lalu
Petugas kepolisian saat menghentikan sebuah bus yang memasuki wilayah Jambi pada momen mudik 2020 lalu / dokumentasi - Metrojambi.com

JAMBI - Pemerintah resmi mengeluarkan larangan mudik Idul Fitri 1442 H yang berlaku pada 6-17 Mei 2021. Menindaklanjuti regulasi itu, Polda Jambi menyiapkan pos-pos penyekatan di sejumlah lokasi jalur mudik, sebagian besar di wilayah pebatasan.

Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Kombes Pol Heru Sutopo menyatakan bahwa pihaknya menyiapkan sembilan pos penyekatan jalur darat, laut, maupun udara. Di antaranya adalah di Bandara Sultan Thaha, Pelabuhan Marina Kualatungkal, Tanjungjabung Barat, dan pelabuhan Mendahara Ilir, Tanjungjabung Timur.

Untuk jalur darat, Heru menyebutkan, ada enam pos penyekatan yang disiapkan. Dalam mengantisipasi masuknya pemudik dari wilayah Riau pos penyekatan disiapkan di Desa Suban, Tanjungjabung Barat (jalur lintas timur).

Sedangkan untuk mengantisipasi pemudik dari Sumatera Selatan disiapkan pos penyekatan di Desa Ibru, Kecamatan Mestong, Muarojambi (jalur lintas timur) dan Desa Sungai Gedang, Kecamatan Singkut, Sarolangun (jalur lintas tengah).

Lalu, untuk pemudik dari Sumatera Barat disiapkan pos penyekatan di Jujuhan, Bungo (batas Bungo-Dharmasraya); Desa Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh, Kerinci (batas Kerinci-Solok Selatan); dan Desa Sungai Ning, Kecamatan Sungai Bungkal, Sungaipenuh (batas Sungaipenuh-Pesisir Selatan).

“Jadi, mulai 6 Mei apabila ada angkutan yang mengangkut penumpang untuk mudik akan diperintahkan untuk putar balik atau kembali ke daerah asal,” kata Heru, Minggu (18/4).

Menurutnya, para kapolres sudah diminta menyiapkan pos penyekatan dari sekarang dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan Satgas Covid-19. “Diharapkan pada 5 Mei pos sudah siap dan tanggal 6 Mei personel sudah bisa menempatinya,” ujar Heru.

Khusus untuk Terminal Alam Barajo di Kota Jambi, lanjut Heru, akan dilakukan pengecekan pemudik sebelum 6 Mei secara lebih optimal. Penumpang akan diminta menunjukkan surat keterangan bebas Covid atau negatif hasil rapid test.

“Kita akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 agar menyiapkan tenaga medis untuk rapid test bagi penumpang dari atau yang mau ke Jawa,” sebut Heru.

Apakah aturan ketat itu juga berlaku bagi pemudik lokal atau dalam provinsi? Heru mengatakan bahwa hal itu akan disesuaikan dengan peraturan atau keputusan Satgas Covid-19 masing-masing daerah. “Yang jelas, kita tetap mengimbau untuk tidak mudik walaupun dalam satu provinsi. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19,” pungkas Heru.


Penulis: Novri/Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments