Minggu, 28 November 2021

Abaikan Perda, Pemilik Ternak Bakal Dituntut Pidana Ringan

Rabu, 21 April 2021 | 08:13:06 WIB


Anggota Satpol PP Tebo mengamankan sejumlah ternak warga yang dibiarkan berkeliaran di jalan
Anggota Satpol PP Tebo mengamankan sejumlah ternak warga yang dibiarkan berkeliaran di jalan / dokumentasi - Metrojambi.com

 MUARATEBO - Ternak yang dilepas liarkan oleh pemiliknya, berdasarkan Perda Kabupaten Tebo Nomor 8 tahun 2020 akan berbuntut kepada pemberian sanksi.

"Sesuai aturan yang ada, Sanksinya jelas. Kita akan tegakkan aturan ini tanpa pandang bulu," ujar Kasat Pol PP Kabupaten Tebo Taufik Khaldi, Rabu (21/04/2021).

Dijelaskannya, setelah terjaring razia ternak akan dikandangkan di Mako Satpol-PP Kabupaten Tebo. Kemudian pemilik akan disurati untuk mengambil ternak tersebut.

"Kita berikan waktu tiga hari, jika tidak ternak tersebut menjadi milik pemerintah," ungkapnya.

Menurutnya, aturan mengambil ternak, pemilik akan dikenakan denda, kambing denda Rp 250 ribu, sedangkan sapi dan kerbau denda yang dikenakan sebesar Rp 500 ribu. Selain itu pemilik juga dikenakan biaya perawatan Rp 25 ribu perhari.

"Kalau tidak ditebus, nantinya ternak kita lelang sesuai dengan harga pasar. Hasil lelang masuk sebagai pendapatan daerah," kata Taufik.

Jika berulangkali pemilik ternak, masih membiarkan ternaknya berkeliaran, maka pemiliknya akan diajukan ke persidangan dengan tuntutan tindak pidana ringan. "Di kepolisian bisa diarahkan ke tipiring," ungkapnya.

Untuk diketahui, selama melakukan razia terjaring sebanyak 24 ekor kambing dan 6 ekor sapi. Saat ini ada seekor kambing yang belum diambil oleh pemiliknya.


Penulis: Suci
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments