Sabtu, 8 Mei 2021

39 Orang Positif Gara-gara Tolak Makamkan Jenazah Pasien Covid Sesuai Prokes, Satu Desa Lockdown


Kamis, 22 April 2021 | 09:33:07 WIB


Satgas Covid-19 Kabupaten Kerinci saat melakukan test swab terhadap warga Pungut, Kecamatan Airhangat Timur
Satgas Covid-19 Kabupaten Kerinci saat melakukan test swab terhadap warga Pungut, Kecamatan Airhangat Timur / Metrojambi.com

SUNGAIPENUH - Sebanyak 39 warga di tiga desa dalam Kecamatan Airhangat Timur, Kerinci, dinyatakan positif terserang virus corona. Akibatnya, ketiga desa itu kini berstatus zona merah alias berisiko tinggi penyebaran Covid-19. Kegiatan warga pun dibatasi. 

Ketiga desa tersebut adalah Pungut Tengah, Pungut Mudik, dan Pungut Ilir. Ke-39 warga yang dinyatakan positif terpapar virus corona diketahui dari hasil tes swab oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Kerinci.

Informasi yang didapat Metro Jambi, tes swab dilakukan setelah munculnya gejala sejumlah orang yang berobat ke puskesmas pembantu dengan gejala seperti terpapar virus corona. Satgas lalu melakukan sosialisasi di Gedung Serbaguna Desa Pungut Tengah sekaligus melakukan tes swab terhadap 62 warga.

“Dari 62 yang ikut, diketahui bahwa 32 orang positif. Jumlah yang positif bisa saja lebih banyak jika semua warga di tiga desa menjalani tes swab,” ujar Ali, salah seorang warga Pungut, Rabu (21/4). Mengetahui banyaknya yang terpapar, kecemasan mulai merebak di kalangan warga. 

Dalam tracing lanjutan, ditemukan pula sebanyak tujuh warga Pungut Tengah yang juga terpapar covud-19.

Mereka yang positif diminta isolasi mandiri. Warga yang tidak menjalani pemeriksaan juga dilarang bepergian ke luar desa. Bahkan, warga Pungut Ilir dan Pungut Tengah juga dilarang memasuki Desa Pungut Mudik.

Satgas Covid-19 Kerinci telah mendirikan posko penjagaan untuk mengawasi lalu lintas warga dan penerapan protokol kesehatan. Disinfektan disemprotkan ke dalam ketiga desa tersebut.

Sebagian warga Pungut yang biasa berladang di Renah Pemetik untuk sementara waktu juga diminta tidak ke ladang.  “Kita batasi warga yang ingin keluar desa,” ujar Camat Airhangat Timur Harmen, Rabu (21/4).

Harmen menjelaskan, walau ketiga desa dalam status zona merah, hanya Desa Pungut Mudik yang di-lockdown. Lockdown dilakukan agar virus corona tidak menyebar ke desa lain. “Jika ada keperluan mendesak dan penting, baru kita persilakan keluar. Jika tidak, maka harus tetap di desa," tambahnya.

Harmen menambahkan, Tim Satgas Covid-19 telah membuat posko di Desa Pungut Mudik. “Soal bantuan, belum ada laporan ke kecamatan. Mungkin langsung diserahkan secara pribadi," tutupnya.

Dihubungi terpisah, Penjabat Sekda Kerinci Asraf mengatakan, terhitung sejak 19 April 2021 Desa Pungut Mudik dikenakan status isolasi mandiri desa. “Petugas Satgas Covid-19 sudah berada di desa tersebut,” ujarnya.

Kadis Kesehatan Kerinci Hermendizal mengatakan, penyebaran Covid-19 di Pungut Mudik berawal dari seorang warga yang meninggal dunia di Rumah RSUD MH A Thalib Kerinci. Dari hasil swab-nya diketahui yang bersangkutan positif Covid-19.

Awalnya, kata Hermendizal, pada 8 April 2021 pasien tersebut berobat di RS DKT Sungaipenuh. Karena dari rapid test antigen diketahui positif Covid-19, maka disarankan ke RSUD MH A Thalib. Namun, keluarganya membawa sang pasien pulang ke rumah.

Lalu, 9 April pasien tersebut berobat lagi ke Puskesmas Pembantu Pungutmudik, tanpa menyampaikan hasil rapid test antigen. “Karena pasien kritis, maka dilaporkan ke Puskesmas untuk dirujuk lagi ke RSUD MH A Thalib,” katanya.

Besoknya, sekitar pukul  02.00 WIB pasien tersebut meninggal dunia di rumah sakit. Tapi pihak keluarga tetap ingin memakamkan secara biasa, menolak mengikuti protokol kesehatan pasien Covid-19. “Dikuburkan oleh keluarga dengan membuat penyataan yang diketahui kepala desa,” sebut Hermendizal.

Pasca kejadian itu, banyak warga berobat ke pustu dengan penyakit yang gejalanya sama dengan gejala terkena covid-19. “Makanya kita perintahkan tracing dan ditemukan 62 orang yang kontak. Kemudian di-swab, hasilnya 32 orang positif,” lanjut dia.

Makanya kemudian diperintahkan untuk lockdown desa. Belakangan, dari 32 warga yang positif tersebut juga dilakukan tracing dan diketahui ada tujuh warga Pungut Tengah yang positif. Total jadi 39 orang.

Di Batanghari juga Meningkat

Dari Muarabulian dilaporkan, walau sempat melandai, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Batanghari kembali naik dalam sepekan terakhir. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari Elfie Yennie sejak awal April ada penambahan kasus lebih dari 100 orang yang terkonfirmasi positif.

Dengan demikian, katanya, jumlah yang terkonfirmasi positif sudah 595 orang, sedangkan yang masih dalam proses pengujian sebanyak 117 pasien. Secara mengejutkan, tambah Elfie, dalam dua pekan terakhir ada empat orang meninggal karena Covid-19.

“Ini luar biasa, angka kematian kita cukup tinggi dalam dua pekan, sehingga total kematian karena covid di Batanghari menjadi 16 orang," katanya, Rabu (21/4). Dikatakannya, para penderita covid-19 di Batanghari kini telah menyebar ke semua kecamatan.

"Hampir rata di semua wilayah. Dari penelusuran kita kebanyakan penularan setempat, tidak ada riwayat luar daerah,” jelasnya. Temuan itu, lanjut dia, menjadi pengingat adanya transisi lokal. “Kita tidak tahu mana yang positif dan mana yang tidak," katanya.

Pj Gubernur Keluarkan Edaran

Penjabat Gubernur Jambi Hari Nur Cahya Murni mengelurkan Surat Edaran (SE)  Nomor 1357/DISKES/IV/2021 tentang Optimalisasi Penanganan dan Percepatan Vaksinasi Covid-19. Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah mengatakan, edaran dikeluarkan karena kasus Covid-19 di Provinsi Jambi belum menunjukkan penurunan.

Melalui surat itu Pj Gubernur meminta bupati dan walikota melakukan pencatatan dan pelaporan covid-19 sesuai keputusan Kemenkes, yakni melalui aplikasi online All Record TC-19. Daerah diminta mencatat data secara akurat, meliputi laporan pasien positif, negatif, sembuh dan meninggal dunia.

“Aplikasi online All Record TC-19 kita terima paling lambat pukul 16.00 WIB setiap harinya," lanjut Johan. Setiap laporan harian tersebut, tambah dia, akan diverifikasi oleh Dinkes Provinsi Jambi dan Kemenkes RI sebelum dipublikasikan ke masyarakat.

Hal lain yang ditekankan Pj Gubernur adalah strategi percepatan capaian vaksinasi covid-19 pada kelompok umur lanjut usia dan pelayanan publik. Dia meminta kerja sama bupati dan walikota. “Terakhir, agar vaksinasi vaksin yang telah didistribusikan dipercepat," tutup Johan.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments