Sabtu, 15 Mei 2021

Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jambi Rilis Kinerja Pelaksanaan APBN


Kamis, 22 April 2021 | 16:21:58 WIB


/ istimewa

JAMBI – Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jambi merilis kinerja pelaksanaan APBN triwulan I tahun 2021 Provinsi Jambi, Selasa (21/4/2021). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kanwil DJPb Provinsi Jambi itu dibuka langsung oleh Supendi selaku kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jambi.

Dalam pemaparannya, Supendi yang juga menjadi narasumber bersama Kepala KPPN Jambi Andri Asmara Jaya, Kepala KPPBC Jambi Ardiyatno, Kepala KPP Pratama Bangko Teguh Hadi Wardoyo, dan Kepala KPKNL Jambi Gatot Muharto, menyampaikan seperti tahun 2020 lalu APBN masih akan bekerja keras untuk menangani sejumlah persoalan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung.

Supendi menyebutkan, ada tiga fokus APBN tahun 2021, yakni kesehatan, terutama untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan kesehatan masyarakat. Kemudian Ekonomi, berupa kebijakan fiskal ekspansif konsolidatif, serta fokus reformasi, berupa upaya peningkatan iklim investasi dan daya saing.

“Kebijakan countercyclical masih diperlukan untuk akselerasi pemulihan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian Covid-19,” ujar Supendi.

Ditambahkannya, tahun 2021 ini defisit APBN masih lebih dari yang disyaratkan. Namun sudah lebih baik dari tahun 2020 lalu, yakni 5,7 peren. Kemudian pendapatan negara diprediksi Rp 1.743,6 triliun, dan belanja negara diprediksi Rp 2.750,0 triliun.

Dari sisi penerimaan pajak nasional periode 2016-2019, Supendi mengatakan mengamani pertumbuhan rata-rata 6,4 persen, yang diantaranya dipengaruhi oleh kinerja ekonomi dan harga komoditas utama.

Sementara itu, tahun 2020 penerimaan pajak terkontraksi dampak dari perlambanan ekonomi dan pemberian insentif dampak pandemi Covid-19. Adapun tahun 2021, penerimaan pajak akan melanjutkan dukungan pemulihan ekonomi secara lebih terukur dan diproyeksikan tumbuh positif sejalan dengan prospek membaiknya perekonomian dan dukungan kelanjutan reformasi administrasi pajak.

“Total realisasi penerimaan sampai dengan triwulan I tahun 2021 sebesar Rp 878,87 miliar atau 17,45 persen dari target. Tumbuh sebesar 2,88 persen dari 2020 dengan realisasi sebesar Rp 854,23 miliar,” bebernya.

Lebih lanjut Supendi mengatakan, dalam penerimaan kepabeanan dan cikai nasional tahun 2021, diproyeksikan meningkat sebesar 4,5 persen seiring dengan kondisi perekonomian domestik yang mulai membaik dan menggeliatnya perekonomian global.

Di Jambi sendiri, dalam kinerja pengawasan potensi kerugian negara sebesar Rp 5,4 miliar, perkiraan nilai barang sebesar Rp 5,4 miliar. Ini sudah lebih rendah dari tahun 2020,” sebut Supendi.

Kemudian untuk realisasi bea masuk tahun 2021 sebesar Rp 1,29 miliar, dan bea kaluar sebesar Rp 107,58 miliar. Adapun tahun 2020 lalu, realisasi bea masuk tercatat sebesar Rp 1,97 miliar dan realisasi bea keluar sebesar Rp 33,68 miliar.

Berikutnya untuk sektor Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2021, diharapkan tumbuh sebesar Rp 1,4 persen mencapai Rp 298,2 triliun. Supendi menyebutkan, di Jambi sendiri realisasi PNBP sebesar Rp 3,52 triliun.

Supendi menyebutkan, untuk fokus belanja pemerintah pusat terdiri dari efisiensi belanja dengan penajaman belanja operasional, sejalan dengan perubahan proses kerja. Dikatakannya lagi, peningkatan peran pemerintah daerah dalam pemulihan ekonomi sejalan dengan prioritas nasional.

“Di Jambi sendiri, realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1,13 triliun,” pungkasnya.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments