Minggu, 20 Juni 2021

Golkar Muarojambi Mulai Gembos

Empat Pengurus dan Kader Mundur

Senin, 19 April 2021 | 10:11:20 WIB


Empat kader Golkar Muarojambi kompak mengundurkan diri dari kader partai dan DPD II Golkar Muarojambi yang dipimpin oleh Ivan Wirata. Keempat kader tersebut yaitu Karyadi, Kanen Yasin, Raden Abdul Rahman, dan Darmono.
Empat kader Golkar Muarojambi kompak mengundurkan diri dari kader partai dan DPD II Golkar Muarojambi yang dipimpin oleh Ivan Wirata. Keempat kader tersebut yaitu Karyadi, Kanen Yasin, Raden Abdul Rahman, dan Darmono. / Sahrial/Metrojambi.com

JAMBI - Dinamika politik di Muarojambi menjelang pemungutan suara ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Jambi terus memanas. Terbaru, empat kader dan pengurus inti Partai Golkar daerah itu mengundurkan diri.

Empat kader yang kompak mengundurkan diri itu adalah Karyadi, Kanen Yasin, Raden Abdul Rahman, dan Sudarmono. “Terhitung hari ini saya menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan Ivan Wirata,” tegasnya saat konferensi pers pada Minggu (18/4) malam.

DPD II Golkar Muarojambi dipimpin oleh Ivan Wirata, anggota DPRD Provinsi Jambi yang pernah maju pada pemilihan Bupati Muarojambi pada 2017. Berpasangan dengan Dodi Sularso, Ivan dikalahkan oleh Masnah Busro yang berpasangan dengan Bambang Bayu Suseno.

Masnah kini menjadi Ketua DPD PAN Muarojambi, partai utama penyokong Haris-Sani. Sedangkan Golkar bersama PDIP adalah penyokong utama pasangan CE-Ratu. Ivan dan Masnah digadang-gadang untuk kembali bertarung pada 2024.

Itulah sebabnya, PSU Pilgub pada 59 TPS di Muarojambi –terbanyak dibandingkan kabupaten dan kota lainnya-- dinilai ajang pertarungan dan pertaruhan nama Ivan dan Masnah.

Karyadi mengaku mundur karena berbeda prinsip dengan Ivan dalam menghadapi PSU. Menurut Karyadi, seharusnya sekarang Ivan berjibaku untuk memenangkan CE-Ratu. “Tapi menurut saya Pak Ivan membuat manuver-manuver yang merugikan Pak CE,” sebutnya.

Dia mengaku sebelum coblosan Pilgub 9 Desember 2020 lalu sudah mengingatkan bahwa ranah perang Pilgub ada di Kota Jambi dan Muarojambi. “Namun kenyataannya malah kalah," tambahnya.

Salah satu penyebabnya, lanjut dia, adalah banyaknya pengurus yang mempunyai banyak massa dan aktif, justru tidak dipakai. Karena itu, dia menilai pengurus Golkar Muarojambi harus dievaluasi.

Baik Karyadi maupun, Kaden, Raden Abdul Rahman dan Sudarmono selama ini menduduki jabatan wakil ketua DPD II Golkar Muarojambi.

Sekretaris DPD I Golkar Provinsi Jambi Rahman yang dihubungi Metro Jambi tadi malam mengatakan, sah saja bila ada kader yang mengundurkan diri atau tetap bergabung. “Laki bini yang jodoh kito bae dak pas kadang-kadang, tapi dipas-paskan,” katanya.

Dia hanya meminta pengunduran diri empat pengurus itu tidak dipolitisir. “Jangan berlari sambil nyepak. Itu dak benar,” katanya. Dia mengakui bahwa semua orang punya kepentingan masing-masing.

Soal kekecewaan terhadap Ivan, kata dia, hanya dikait-kaitkan saja. Kekalahan Pilgub di Muarojambi, kata dia, tidak bisa ditimpakan kepada seseorang karena pilgub adalah kerja kolektif.

 

Menurut dia, keluarnya empat kader dan pengurus di Muarojambi itu, tidak akan mempengaruhi PSU. “Siapa pun yang jadi Gubernur nanti kan di tangan Tuhan,” kata Rahman.

Pengamat politik Universitas Jambi Citra Darminto menyebut mundurnya kader partai politik merupakan hal biasa. Namun yang terjadi pada Golkar Muarojambi menjadi isu luar biasa karena terjadi menjelang PSU Pilgub.

“Ini memang agak ganjil. Berarti ada persoalan yang serius di internal Golkar Muarojambi. Yang saya tahu Pak Ivan itu dikenal sangat merangkul,” katanya. Dosen Fisipol ini menilai, ada komunikasi yang tidak berjalan semestinya di internal partai kuning itu.

Menurutnya, Ivan harus segara melakukan konsolidasi di internal Partai. Kalau tidak, menurut dia, permasalahan ini sedikit banyak bisa mengganggu konsentrasi dan persiapan menghadapi pertarungan elektoral yang cukup kompetitif di Muarojambi.

“Apalagi Muarojambi merupakan daerah pelaksana PSU Pilgub terbesar di Provinsi Jambi,” tegas Citra.

Mahkamah Konstitusi memutuskan PSU Pilgub Jambi pada 88 TPS. Selain 59 TPS di Muarojambi, PSU akan dilakukan di Tanjab Timur, 14 TPS, Kerinci 7 TPS, Batanghari 7 TPS,  dan Sungaipenuh 1 TPS.  KPU Provinsi Jambi menetapkan coblosan PSU digelar pada 27 Mei 2021.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments