Selasa, 28 September 2021

Ini Besaran Zakat Fitrah yang Ditetapkan di Sarolangun

Jumat, 23 April 2021 | 10:54:27 WIB


Ali Martado, Kepala Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Sarolangun
Ali Martado, Kepala Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Sarolangun / Mario/Metrojambi.com

SAROLANGUN - Kementerian Agama bersama Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan besaran zakat fitrah 1442 Hijriah untuk wilayah Kabupaten Sarolangun.

Kepala Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Sarolangun Ali Martado menyebutkan bahwa pembayaran zakat telah ditetapkan sesuai dari hasil survei dan diskusi ulama yang ada di kabupaten Sarolangun.

"Menurut pendapat ulama Imam Hanafi, Syafi'i dan Hambali, standar zakat fitrah adalah satu shak makan pokok yakni beras dan tidak boleh membayar uang," ujarnya, Jumat (23/4/2021).

Lebih lanjut Ali menerangkan, untuk pembayaran zakat fitrah melalui bahan makanan pokok seperti beras, diukur dengan takaran 2,8 kilogram sehingga lebih apdol.

"Hitungan aslinya 2,7 kilogram. Cuma untuk kehati-hatian, itu kita bulatkan menjadi 2,8 kg ," sebutnya.

Selain itu, kata dia menurut pendapat imam Hanafi juga diperbolehkan membayar zakat fitrah dengan uang. Namun tetap dengan takaran yang berbeda.

"Beras 10 kali canting kaleng susu, di timbang menjadi 3.8 kilogram," katanya.

Untuk beras dengan kualitas tinggi senilai Rp. 14. 000 X 3,8 kilogram. Menjadi Rp 53.200. Sedangkan beras dengan kualitas sedang senilai Rp. 12. 000 X 3,8 kilogram. Menjadi Rp 45.600. Lalu beras dengan kualitas rendah senilai Rp. 9,5.000 X 3,8 kilogram. Menjadi Rp 36.100.

Sementara itu, untuk akhir pembayaran zakat fitrah diakuinya berakhir hingga menjelang shalat idul fitri nanti. Dia juga mendorong agar kaum muslim dapat membayarkan zakat lebih awal.

"Agar para organisasi pengelola zakat mengumpulkan zakat fitrah lebih awal, dan penyaluran lebih cepat. Supaya apa yang disalurkan dapat bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya.


Penulis: Mario
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments