Sabtu, 24 Juli 2021

Unja dan Warsi Jalin Kerjasama Berjejaring Membantu Masyarakat Berbasis Kewirausahaan Sosial

Rabu, 28 April 2021 | 12:55:54 WIB


/

JAMBI - Rektor Universitas Jambi Prof H. Sutrisno, M.Sc., Ph.D  dan Direktur Komunitas Konservasi Indonesia Warsi Ir.  Rudi Syaf, M.Si. melakukan penadatanganan nota kesepahaman (MoU) kerjasama implementasi merdeka belajar - kampus merdeka melalui pengembangan pembelajaran berbasis kewirausahaan sosial. Penandatangan Mou Kerjasama ini dilangsungkan di Kantor KKI Warsi, Rabu, 28/4.

Tujuan Nota Kesepahaman ini adalah untuk percepatan implementasi Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka melalui pelaksanaan kegiatan Pendidikan di Bidang Pengembangan dan Penguatan Kewirausahaan Sosial Berbasis Keunggulan Sumberdaya Alam dan Kearifan Lokal Masyarakat Desa di Provinsi Jambi.

“Kerjasama ini untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, pengembangan, dan penguatan kewirausahaan sosial berbasis keunggulan sumberdaya alam dan kearifan lokal masyarakat desa di Provinsi Jambi dalam rangka mendukung implementasi Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka,” kata Sutrisno.

Dikatakannya kerjasama ini, bisa berupa mahasiswa magang dan kuliah lapangan dengan melibatkan masyarakat yang sudah mengelola sumber daya alam mereka secara arif berlandaskan kearifan lokal yang dimiliki,” katanya.

Kerjasama ini akan dilakukan di desa dampingan Warsi yaitu Desa Sungai Beras, Desa Sinar Wajo, Desa Pematang Rahim, dan Desa Koto Kandis Dendang, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi; Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi; Desa Suko Pangkat dan Sungai Gelampeh, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi; Desa Rantau Kermas, Desa Jangkat, dan Desa Beringin Tinggi, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi; dan Desa Lubuk Beringin, Desa Laman Panjang, Desa Senamat Ulu, dan Desa Sungai Telang, Kecamatan Bathin 3 Ulu, Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi Jambi.

“Universitas Jambi hadir dalam rangka mensuksesnya Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar (KMMB)  guna memberikan  bekal kepada mahasiswa dalam meningkatkan kompetensinya untuk bekerja di lapangan, kegiatannya bisa berupa berupa kuliah kerja nyata, magang, dan lain sebagainya yang sifatnya menguasai praktek dari  pembelajaran mahasiswa dari kampus ke lapangan,”kata Rektor.

Dikatakannya dalam program KMMB ini, terdapat 20 SKS mahasiswa harus melakukan praktek lapangan. Selain itu juga kerjasama ini nantinya akan membantu masyarakat dalam pengembangan pertanian. “Harapan kami Universitas Jambi  dapat memperkuat  jejaring,  dimana jejaring ini untuk  memfasilitasi mahasiwa dalam konteks pembejaran, juga dalam hal riset dan pengembangan teknologi yang bisa membantu untuk peningkatan produksi masyarakat,”kata Sutrisno.

Kerjasama dengan KKI Warsi ini dilakukan karena selama ini lembaga yang mengusung moto Konservasi Bersama Masyarakat ini,  sudah melakukan kegiatan-kegiatan pendampingan masyarakat untuk mengelola sumber dalam alam secara berkelanjutan. “Dari pemeberdayaan, pendampingan peningkatan produksi perrtanian hingga penggunaan teknlogi pasca panen dan lainnya,”kata Rudi.

Dikatakannya kerjasama ini ditujukan untuk masyarakat yang sudah mendapatkan izin perhutanan sosial. “Dari pihak Unja akan mendukung dengan sejumlah hasil riset untuk mendukung masyarakat dampingan kita, misalnya yang akan segera diberikan adalah bantuan alat untuk mengolah pelepah pinang menjadi alat-alat makan,”katanya.

Disebutkanya dengan pengolahan ini, akan ada banyak manfaat yang di dapatkan masyarakat. “Selama ini pelepah pinang  adalah bahan yang  tersedia melimpah di masyarakat namun belum di olah. Kini dengan adanya mesin pengolah pelepah yang sudah ditemukan ini, akan menjadi sumber ekonomi tambahan bagi masyarakat. Di sisi lain penggunaan pelepah pinang ini, juga akan membantu bumi kita, karena kita sudah termasuk mengurangi penggunaan sampah plastik,”kata Rudi.

Kerjasama yang pada tahap awal di rancang dalam waktu lima tahun ini, ke depan juga akan ditingkatkan ke bidang lainnya. Misalnya mahasiswa Fakultas Kegurun dan Ilmu Pendidikan bisa menjadi tenaga magang untuk suku adat marginal yang ada di Jambi.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments