Jumat, 18 Juni 2021

Warga Luar Boleh Berbelanja di Kota Jambi, Asal Bawa Surat Keterangan

Kamis, 29 April 2021 | 14:19:51 WIB


Walikota Jambi Syarif Fasha
Walikota Jambi Syarif Fasha / istimewa

JAMBI- Walikota Jambi Syarif Fasha mengikuti rapat koordinasi nasional (Rakornas) bersama dengan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia, serta para menteri secara virtual, di ruang pola kantor walikota Jambi, Rabu (28/4).

Rapat tersebut dihadiri juga oleh Wakil Walikota Jambi Maulana, unsur forkompinda Kota Jambi, Sekda Kota Jambi, serta para Kepala OPD terkait dilingkup pemerintah Kota Jambi.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Syarif Fasha mengatakan dalam rapat tersebut Presiden Joko Widodo menyampaikan terkait dengan masalah penanganan Covid-19. "Yang terbaru tentu tentang larangan mudik dan lain sebagainya. Kemudian masalah pemulihan ekonomi nasional," kata Fasha.

Dia menambahkan, dalam penanganan Covid-19, Presiden berpesan jangan sampai tidak ada pergerakan ekonomi. Selanjutnya yang ketiga yaitu mengenai masalah vaksinasi.

"Alhamdulillah apa yang disampaikan oleh Presiden tersebut kita sudah melaksanakan semua dan sambil berjalan ke depan," ujarnya.

Sementara saat ditanya mengenai warga dari luar kabupaten yang hendak berbelanja ke kota Jambi, Fasha mengatakan bahwa dalam aturan larangan mudik yang dibuat oleh Pemkot Jambi tersebut, ada beberapa hal yang diperbolehkan.

Dikecualikan bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik antara lain  Bekerja/Perjalanan Dinas; Kunjungan keluarga sakit; Kunjungan duka keluarga meninggal; Ibu hamil yang di dampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga; Kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 (dua) orang; dan Kepentingan non mudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari Lurah setempat.

"Misalnya ada keluarga meninggal itu harus memiliki hubungan sedarah, tapi kalau cuman sepupu itu tidak diperkenankan," ujarnya.

Fasha mengatakan jika misalnya ada yang warga dari luar kota Jambi yang mau belanja, ia tidak mempermasalahkan.

"Tapi yang belanja ya betul-betul belanja kebutuhan lebaran. Contoh misalnya warga dari Muarojambi yang secara otomatis biasanya belanjanya ke Kota Jambi. Mungkin nanti dia harus melewati beberapa pos dan akan dipertanyakan. Saran kami supaya meminta surat keterangan, apakah keterangan dari RT dan lain sebagainya, bahwa memang yang bersangkutan ini akan belanja," bebernya.

"Untuk yang belanja kita masih masih perkenankan  tapi kalau melihat saudara dari kabupaten mau menetap, mau lebaran di sini atau misalnya mau pariwisata dan sebagai itu tidak diperbolehkan," pungkasnya.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments