Minggu, 20 Juni 2021

Main Bacok karena Cemburu

Pembacok Pengusaha Ikan Hias Ditangkap Sebelum Kabur ke Jakarta

Kamis, 29 April 2021 | 11:21:16 WIB


Pelaku pembacokan di Toko Akuarium Potlot Aquatic di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi berhasil ditangkap pihak kepolisian
Pelaku pembacokan di Toko Akuarium Potlot Aquatic di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi berhasil ditangkap pihak kepolisian / Novri/Metrojambi.com

JAMBI - Aksi bacok oleh Rudi Amin terhadap Hendiyanto Halim (35), pemilik toko Potlot Aquatics di kawasan Mayang, ternyata diawali masalah perempuan. Rudi mendatangi Hendi secara membabi buta dan membacoknya berkali-kali dengan senjata tajam karena terbakar api cemburu.

Informasi ini didapat setelah polisi menangkap Rudi di kawasan Jambi Timur, Kota Jambi, sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu (28/4), dan dari pengakuan Hendi sendiri. Sebelum ditangkap, Rudi berencana kabur ke Jakarta. Namun dia tak berhasil mendapatkan pinjaman uang untuk biaya pelarian.

Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Handres membenarkan bahwa Rudi sudah ditangkap. Namun dia enggan memberikan keterangan lebih jauh karena Polresta hanya mem-back up Polsek Kotabaru. “Laporannya kan ke Polsek Kotabaru,” ujarnya.

Pembacokan terjadi pada Selasa (27/4) dan menjadi viral setelah rekaman closed-circuit television (CCTV)  aksi koboi Rudi beredar luas di media sosial. Dalam video terlihat seorang pria datang bersama seorang temannya ke toko Potlot Aquatics dengan sepeda motor.

Begitu tiba di depan toko, pria yang belakangan diketahui adalah Rudi Amin (41) itu menjatuhkan begitu saja sepeda motor dan meninggalkan temannya. Warga Gang Murai II No 107 Cempakaputih, Kecamatan Jelutung itu bergegas masuk ke dalam toko sembari mengeluarkan parang dari balik baju.

Temannya hanya terpaku. Beberapa orang berhamburan keluar dari dalam toko yang menjual peralatan akurium dan ikan hias itu.

Dari kamera lain terlihat, Rudi yang datang mengenakan helm itu membabi buta mengarahkan bacokan berkali-kali ke pengelola toko. Pengelola toko yang belakangan diketahui adalah Hendiyanto Amin berupaya membela diri dengan menangkis tebasan parang dengan kursi.

Walau berhasil kabur ke luar toko, Hendi babak belur dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mayang Medical Center (MMC) Jambi.  Dia menjalani perawatan intensif karena mengalami luka serius di tangan dan mengeluarkan cukup banyak darah.

Keluarga korban pun langsung melaporkan kasus ini ke Polsek Kotabaru.  “Kita berharap pelaku segera ditangkap agar bisa diproses,” kata Steven Susanto, kakak ipar Hendi pada Rabu pagi.

Steven menduga, Rudi membacok Hendy karena cemburu buta. Sebelum kejadian, ujar Steven, Hendi sempat membeli kue untuk berbuka puasa pada seorang perempuan berstatus janda. Perempuan itu diketahui adalah mantan kekasih Rudi.

“Mungkin pelaku cemburu. Dikiranya ada hubungan dengan perempuan tersebut, sehingga membuat dia marah,” tandasnya. Diketahui, Hendi dan Rudi saling kenal.

Hendi mengaku pernah berkomunikasi dengan mantan kekasih Rudi. Namun Hendi, yang biasa juga disapa Pudek, mengaku tidak memiliki hubungan spesial dengan perempuan tersebut. “Perempuan itu dekat juga sama saya, tapi hanya sebatas kakak adik. Dak lebih,” ungkapnya.

Tetapi rupanya Rudi tidak percaya dan merasa cemburu sampai akhirnya dia datang dengan amarah yang tak terkendali untuk membantai Hendi.

Kapolsek Kotabaru Kompol Afrito Marbaro Macan juga memastikan bahwa peristiwa berdarah itu terjadi karena motif cemburu. “Dugaan sementara cemburu, namun masih kita lakukan pemeriksaan kembali,” ujarnya.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments