Rabu, 23 Juni 2021

Bina Marga Kucurkan Rp 15 Miliar untuk Jalan di Sarolangun

Rabu, 03 Maret 2021 | 20:13:24 WIB


Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, M Fauzi saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, Rabu (3/3/2021)
Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, M Fauzi saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, Rabu (3/3/2021) / Metrojambi.com

SAROLANGUN - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, M Fauzi membeberkan bahwa Kabupaten Sarolangun masuk kategori kedua anggaran terbesar Bina Marga dalam perbaikan dan pemeliharaan jalan.

Ada dua titik ruas jalan Provinsi terdapat di Kabupaten Sarolangun, yakni di Simpang Pelawan, Sungai Salak, Pekan Ketang hingga ke Batang Asai dan Simpang Pauh, Margoyoso.

Anggaran yang disiapkan Bina Marga Provinsi Jambi itu sekitar Rp 15 miliar untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan Provinsi di wilayah Kabupaten Sarolangun.

“Tahun ini anggaran terbesar kedua Bina Marga ada di Sarolangun. Nilainya hampir 15 miliar,” beber Fauzi, Rabu (3/3/2021).

Menurutnya, untuk perbaikan jalan Simpang Pelawan dan Sungai Salak, dianggarkan sekitar Rp 10 miliar. "Pertama perbaikan jalan yang kontraktual di Simpang Pelawan dan Sungai Salak," katanya.

Sedangkan untuk perbaikan jalan di Sungai Salak menuju Pekan Ketang, dianggarkan sekitar lebih kurang Rp 3,5 miliar. “Selebihnya itu ditangani PU melalui Alkal pemeliharaan yang sekarang masih kerja,” jelasnya.

Untuk biaya pemeliharaan jalan Provinsi di Kabupaten Sarolangun, kata Fauzi dianggarkan melalui dana non lokasi.

“Ada juga pemeliharaan jalan provinsi di Sarolangun seperti non lokasi, contohnya Bukit Suban, itu nanti akan kita anggarkan pake itu,” ungkapnya.

Dijelaskannya kondisi jalan provinsi itu saat ini masih bisa dikatakan sekitar 60 persen dari keseluruhan. “Kondisinya baru kurang lebih 60 persen mantap, artinya mantap itu disitu ada kerusakan berat, kerusakan ringan yang meratakan kondisi mantap itu 60 persen,” katanya.

Meski begitu, kondisi jalan provinsi itu berstatus masih di bawah rata-rata yang 77,8 persen. “Artinya masih di bawah rata-rata kondisi mantap provinsi yaitu sebesar 77,8 persen. Makanya saya sampaikan ini merupakan PR berat untuk Dinas PUPR Provinsi Jambi,” jelasnya.

Disebutkannya, kondisi jalan provinsi yang mantap terbesar ada di Kota Sungai Penuh dan Kerinci. “Sungai Penuh dan Kerinci itu sudah diatas 90 persen,” katanya lagi.

Sedangkan untuk kondisi ruas jalan Provinsi yang dikatakan parah terdapat di Kabupaten Sarolangun. “Yang paling parah sekali itu rata-rata lah ya. Seperti ruas jalan Simpang Pelawan sampai Sungai Geladak itu paling berat, kurang lebih hampir 123 kilometer. Terberat pertama dan terpanjang, terberat kedua itu Sabak sampai ke Ujung Jabung dan ketiga itu Simpang Kumpeh dan Suak Kandis,” katanya.

“Rata-rata kondisi mantapnya itu 60 persen, memang masih menjadi PR kami dan selebihnya sudah fungsional. Karena kalau kita lihat Simpang Pauh, Air Hitam relatif,” ungkapnya.


Penulis: Mario
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments