Rabu, 23 Juni 2021

Sy Fasha: Pemerintah Memerlukan Kerjasama dengan Ormas

Rabu, 24 Maret 2021 | 15:01:42 WIB


/ istimewa

JAMBI - Walikota Sy Fasha membuka silahturahmi forum kebangsaan yaitu forum yang beranggotakan Organisasi Masyarakat lembaga dan Kelompok Komunitas dan Agama Rabu, (24/3/2021).

Kegiatan yang digelar oleh Kesbangpol tersebut dihadiri juga oleh Kaban Kesbangpol Raden Jufri, Ketua Ormas Kota Jambi dan Pengurus, tokoh agama dan pemuda serta undangan lainnya. 

Diketahui yang tergabung dalam forum kebangsaan ini yakni forum masyarakat bersatu Kota Jambi.

"Manfaat bergabung di forum ini dan program apa yang dilakukan ke depannya. Intinya kami pemerintah memerlukan kerjasama mitra dengan forum ini," ujar Fasha. 

Dikatakannya, pihaknya akan membuat program yang memberikan manfaat bagi anggotanya. "Harapannya forum ini menjadi solusi bagi permasalahan yang tidak bisa dijangkau pemerintah, tapi bisa dijangkau oleh forum ini," pungkasnya. 

Selain itu, Kesbangpol sendiri meski memverifikasi jangan sampai ada ormas yang pengurusnya satu keluarga. "Jangan ketuanya suami,  bendaharanya istri, sekretaris anaknya. Kalau bisa gabungan dari beberapa masyarakat," katanya. 

Ditambahkan, jika sudah ada hasil verifikasi dengan diseleksi tentu ada yang lolos dan tidak. "Nanti diumumkan di media, serahkan lagi kepada Polresta bahwa ini sudah terdaftar di Kesbangpol jadi polres juga bisa mengambil sikap," jelas Fasha. 

Sementara itu, Raden mengatakan bahwa sesuai dengan arahan Walikota Jambi bahwa para ormas tersebut menjadi garda terdepan dalam pembauran di kota jambi.

"Kita beraneka ragam suku, agama, kita harus hidup harmonis dan berdampingan," katanya

Yang jadi sasarannya ialah organisasi masyarakat yang ada di kota Jambi yang tergabung dalam forum ormas, toko pemuda dan mahasiswa. 

Dikatakannya,  kegiatan itu dibagi menjadi dua sesi, untuk ditahap pertama seratus peserta dan seratus ditahap kedua. 

"Ormas yang terdaftar di kesbangpol sebanyak 218 ormas, dalam sasaran hari ini ada 67 ormas jadi masih banyak," ujar Raden. 

Kemudian, tahapannya bisa dilakukan dari forum ormas yang bisa memanggil para anggota untuk dilaksanakan sosialisasi masalah kebangsaan dan hal lain. "Tapi itu target yang harus dicapai, kalau sekarang terbatas. Tidak mungkin kita akomodir semuanya," katanya. 

Dikatakannya,  lambat laun yang sudah terdaftar akan dibina. Untuk target dikatakannya tahun ini yakni 50 ormas, namun saat ini sudah lebih dari ditargetkan sebanyak 60 lebih ormas.

"Kita mengakomoddir semua ormas yang melaksanakan pendaftaran kemudian kita adakan evaluasi," tandasnya. 

Selain itu, organisasi tersebut harus mempunyai sekretariatnya. Serta untuk ormasnya sendiri setiap tahun dilakukan evaluasi, jika tidak ada kegiatan otomatis akan ada tindakan. 

"2019,2020 juga masih aktif tidak ada pemangkasan. Tapi jika dia mengundurkan diri ada, seperti tidak melakukan kegiatan lagi dengan berbagai alasan," ungkapnya.


Penulis: Nita
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments