Rabu, 23 Juni 2021

Puluhan Sapi di Sarolangun Terpapar Virus Jembrana

Senin, 29 Maret 2021 | 08:32:24 WIB


Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Sarolangun Masyuri
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Sarolangun Masyuri / Metrojambi.com

 SAROLANGUN - Sekitar 80 ekor sapi Bali di Kabupaten Sarolangun pada awal Maret 2021 kemarin, milik warga di Kecamatan Air Hitam sempat terpapar virus Jembrana.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (DPP) Sarolangun, Masyuri menerangkan, bahwa kejadian itu diketahui usai adanya laporan masuk dari masyarakat ke Puskesmas Hewan, kecamatan setempat.

"Kita mendapat informasi dari petugas di Puskeswan Bukit Suban pada 4 Maret ada ternak yang mati," ujarnya, Senin (29/3/2021).

Pertama ada 40 ekor sapi yang mati di wilayah tersebut dengan presentase 20 ekor mati bangkai dan 20 ekor lainnya dipotong paksa.

Pihaknya kemudian menurunkan tim untuk menyelidiki penyebab kematian hewan tersebut.

"Kami menurunkan empat dokter hewan untuk mendampingi petugas dari Balai veteriner Bukit Tinggi dan laboratorium TPHP Provinsi Jambi untuk mengambil sampel darah dan operasi bangkai dan mengambil organ-organnya," katanya.

Berdasarkan identifikasi, penyebab kematian sapi bali itu akibat terdampak virus Jembrana. ‘’Total kematiannya ada 80 ekor dengan rincian, 45 ekor mati bangkai dan 35 ekor mati potong," tambahnya.

Dikatakannya, langkah yang sudah dilakukan adalah melakukan isolasi terhadap sapi-sapi tersebut. "Ternak yang dari kebun sawit tidak boleh dibawa kembali ke dusun, kemudian memberikan vitamin kepada ternak yang sehat. Lalu disemprotkan disinfektan di kebun maupun di Sesa Bukit Suban," terangnya.

Untuk menghindari penyebaran virus lebih luas, Masyuri mengaku akan melakukan vaksinisasi terhadap sapi di desa-desa sekitar. "Petugas sudah berjalan. Diusahakan sebelum puasa sudah clear yang seputaran itu," jelasnya.

Dirinya menduga, penyebaran virus Jembrana terhadap sapi Bali di Sarolangun mulai terdeteksi setelah adanya laporan salah satu warga membeli sapi di daerah Pemenang, Kabupaten Merangin.

"Sebab virus Jembrana ini yang bisa membawa di samping ternak itu sendiri adalah lalat dan nyamuk," ungkapnya.

Selain itu, bahwa virus Jembrana tersebut hanya menyerang sapi jenis sapi bali. Sedangkan sapi lokal diakuinya tidak terpengaruh virus ini. 


Penulis: Mario
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments