Minggu, 20 Juni 2021

Triwulan Pertama 2021, BPBD Catat Terjadi 49 Kali Bencana di Kerinci

Rabu, 07 April 2021 | 09:26:44 WIB


Kantor Afdeling PTPN VI di Kayu Aro, Kabupaten Kerinci ambruk ditejang puting beliung belum lama ini
Kantor Afdeling PTPN VI di Kayu Aro, Kabupaten Kerinci ambruk ditejang puting beliung belum lama ini / dokumentasi - Metrojambi.com

 KERINCI - Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh merupakan daerah di Provinsi Jambi yang termasuk rawan bencana. Mulai dari banjir, longsor, angin puting beliung, maupun bencana kebakaran.

Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci, pada triwulan pertama tahun 2021 ini tercatat jumlah bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Kerinci cukup tinggi, yakni mencapai 49 kejadian.

“Rinciannya, bencana banjir sebanyak 11 kasus, longsor 12 kasus, banjir bandang 1 kasus, angin puting beliuang 16 kasus dan musibah kebakaran 7 kasus,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kerinci Armanto, Rabu (7/4/2021).

Terkait prediksi cuaca ekstrim dari BMKG Stasiun Depati Parbo Kerinci pada akhir pekan ini, yakni angin kencang dan hujan dengan intensitas tinggi, Armanto menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak berada di bawah pohon yang berpotensi akan tumbang akibat tiupan angin.

“Masyarakat juga diminta tidak berada di bangunan tua yang sudah tidak layak huni. Ini guna menghindari terjadinya musibah yang tidak diinginkan,” sebutnya.

Sementara itu, menghadapi bencana BPBD Kota Sungai Penuh menggelar sosialisasi dan simulasi dalam menghadapi bencana. Sosialisasi tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sungai Penuh, Sumarto.

Sosialisasi ini diikuti siswa SMA dan SMP sederajat serta pembina. Sumarto menyebutkan, sosialisasi ini merupakan agenda tahunan yang selalu disampaikan untuk pelajar baik SMP maupun SMA sederajat.

“Ini dilakukan guna memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya kaum milenial, bagaiman cara mengantisipasi jika terjadi bencana alam, khususnya bencana gempa bumi yang kapan saja bisa terjadi,” ungkapnya.

Menurutnya, sesuai program kerja tahun 2021, bahwa kegiatan sosialisasi dan simulasi menghadapi bencana hanya dilakukan terhadap 4 sekolah di Kota Sungai Penuh, yakni SMPN 08, MTs Negeri Model, MAN 01 Sungai Penuh dan SMKN 03 Sungai Penuh.

“Harapan kita para siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan tersebut bisa memberikan informasi kepada teman yang lainnya serta keluarga, agar ketika menghadapi bencana gempa bumi tidak panik,” katanya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments