Rabu, 23 Juni 2021

Kepala SMAN 1 Tanjabbar Bisa Dicopot

Janji Bentuk Tim Khusus Usut Acara “Dugem” di Gedung Pola

Rabu, 14 April 2021 | 09:37:36 WIB


Kabid Bina SMA Disdik Provinsi Jambi Misrinadi
Kabid Bina SMA Disdik Provinsi Jambi Misrinadi / dokumentasi - Metrojambi.com

 KUALA TUNGKAL - Dinas Pendidikan Provinsi Jambi sudah meminta keterangan Kepala SMAN 1 Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Kadiman terkait kasus dugem siswa-siswi SMA tersebut pada Sabtu (10/4) lalu. Bila terbukti bersalah, Kadiman bisa dicobot dari jabatannya.

Kepala Bidang Bina SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Misrinadi mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak SMAN 1 Tanjab Barat, namun masih menunggu laporan tertulis.

“Secara lisan kita sudah komunikasikan, kini kita sedang menunggu laporan tertulis dari kepseknya," ujar Misrinadi, Selasa (13/4).

Misrinadi juga sudah meminta Kadiman datang langsung  melapor ke Disdik terkai pesta sekitar 150 siswa sekolah tersebut yang dikemas dalam acara “The Class of 21 Greet Party”. Jika ada indikasi kesalahan, kata Misrinadi, Kadiman akan diproses.

“Bisa dihukum sesuai aturan, mulai dari teguran tertulis hingga sanksi terberat dinonaktifkan dari jabatanya,” katanya.

Disdik sendiri, lanjut dia, sudah memberikan surat tentang larangan kegiatan seremonial, termasuk perpisahan kelas XII.

Siswa-siswi Kelas XII SMAN 1 Tanjab Barat membuat heboh setelah menggelar pesta di Gedung Pola Kantor Bupati Tanjab Barat pada Sabtu (10/4) malam lalu. Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB itu ditutup menjelang tengah malam dengan musik mengentak ala party night diskotik.

Dalam pesta itu, anak-anak SMA berpakaian ala orang dewasa, mengekspresikan kegembiraan dengan bergoyang bebas. Saling berdekatan. Ada siswi yang berpakaian serba mini.

Mereka menggeleng-gelengkan kepala dan mengentakkan kaki, berjoget mengikuti musik remix. Lighting ruangan warna-warni gemerlapan. Siswa-siswi berteriak heboh, menambah riuh suasana. Terlihat mereka tanpa masker.

Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Guntur Saputro yang mendapat kabar soal acara itu langsung  menuju lokasi.  Sejumlah panitia, siswa dan tim EO dibawa ke Mapolres dan diperiksa.

Diketahui, acara pesta perpisahan siswa kelas XII SMAN 1 ini digelar dengan menyewa EO Tungkal Project milik Rudi Chandra. Belakangan Rudi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Tanjab Barat.

Kepala SMAN 1 Tanjabbar Kadiman sendiri menyatakan akan membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti kasus ini. “Nanti (tim khusus dibentuk) setelah penyidikan di Polres selesai. Kalau bareng-bareng kasihan siswanya," katanya, Selasa (13/4)

Kadiman mengatakan, tim khusus diharapkan dapat mencari titik terang permasalahannya sehingga sanksi atau upaya pembinaan akan lebih mudah. Bila ditemukan siapa pun terlibat, baik guru maupun siswa, kata dia, akan diproses. 

Kadiman mengaku, acara yang sangat dikecam oleh Bupati Tanjabbar Anwar Sadat itu memang diikuti oleh siswanya. Namun, dia menduga ada pihak lain yang terlibat.

Dalam waktu dekat, lanjut dia, akan ada pembinaan melalui pesantren kilat khusus bagi siswa-siswa itu, yang digelar bersama Polres. “Wajib ikut semuanya yang terlibat. Ini juga bagian dari sanksi tapi dalam bentuk pembinaan,” tutupnya

Terpisah, Kabag Umum Setda Tanjabbar Dartono menjelaskan bahwa peminjaman Gedung Pola diketahui bukan untuk acara SMA, melainkan pentas seni. “EO Tungkal Project itu datang mengajukan pinjam gedung, ngakunya untuk pentas seni musik," katanya.

Karena untuk pentas seni, dia beranggapan sama dengan acara yang sebelumnya digelar oleh Kantor Pajak beberapa waktu lalu. Dartono mengaku sempat menanyakan izin protokol kesehatan. Pengelola Tungkal Project, kata dia, mengaku sudah meminta izin.

“Sudah mengurus izin prokes belum ke dinas kesehatan, BPBD dan polres? Kalau sudah lengkap kamu ajukan surat peminjaman," sebut mengulang pembicaraan dengan pihak EO.

Dartono sendiri mengaku tidak mengetahu arti judul acara yang ditulis di surat peminjaman, yakni "The Class of 21 Greet Party".


Penulis: Achy/Eko Siswono
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments