Rabu, 23 Juni 2021

Ratusan Kasus Covid di Lapas, BPK Soroti Lemahnya Tindak Lanjut dan Evaluasi

Selasa, 04 Mei 2021 | 10:11:37 WIB


Warga binaan Lapas Klas IIB Muaratebo saat mendapatkan pengarahan
Warga binaan Lapas Klas IIB Muaratebo saat mendapatkan pengarahan / dokumentasi - Metrojambi.com

 JAMBI - Temuan kasus Covid-19 di sejumlah Lembaga Pemasyarakat (Lapas) dalam Provinsi Jambi terbilang tinggi. Pemerintah Provinsi Jambi diminta menindaklanjuti dan mengevaluasi temuan tersebut untuk menentukan strategi penanganan lanjutannya. 

Tingginya kasus Covid-19 di dalam lapas terbaca dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Jambi yang dikeluarkan pada awal 2021. Untuk tahun 2020 saja, per Oktober tercatat sebanyak 534 pasien terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Jambi.

Dalam laporan audit yang salinannya didapat Metro Jambi, terdata sebanyak 200 kasus suspek dan terkonfirmasi positif dari pemeriksaan di dalam lapas. Di antaranya adalah di Lapas Muaratebo sebanyak 11 kasus, Lapas Sarolangun (1 kasus), dan Rutan Sungaipenuh (4 kasus).

Selanjutnya, yang terbanyak, adalah di Lapas Jambi, yakni 162 kasus. Sedangkan di Lapas Kerinci sebanyak satu kasus dan Lapas Muarabulian 21 kasus. Dari kasus tersebut, ditemukan terkonfirmasi positif di Lapas Jambi sebanyak lima kasus dan Lapas Muarabulian 25 kasus.

Data terbaru yang didapat Metro Jambi, kasus Covid-19 cukup banyak ditemukan di Lapas Narkotika Muarasabak. Hanya saja, ungkap Kepala Lapas Muarasabak Syahroni, dari 36 warga binaan yang terpapar kini tersisa hanya enam orang yang masih dirawat.

“Setelah dilakukan test PCR, ternyata enam masih terpapar. Sedangkan 30 orang sembuh," katanya, Senin (3/5). Dia menjelaskan, keenam pasien yang masih dirawat tersebut diisolasi dan mendapat perlakuan khusus.

“Kita pisah ruangannya dari warga binaan lain. Pasien ini juga kita perlakukan secara khusus," jelasnya.

Untuk menekan kemungkinan penyebaran, kata dia, edukasi Covid-19 terus dilakukan kepada para warga binaan.

Namun di balik itu, Syahroni meminta agar vaksinasi ke petugas lapas dipercepat. “Sebab sampai saat ini belum ada yang divaksin," tambahnya. Dia sudah mengajukan melalui Dinas Kesehatan, namun belum ada realisasinya.

Kepala Lapas Jambi Emanuel Harefa yang dihubungi pada Senin (3/5) menyatakan tidak ada (lagi) kasus terkonfirmasi Covid-19 di lingkungan lembaga yang dipimpinya. “Tidak ada yang terpapar Covid-19,” ujarnya. 

Menurut Emanuel, saat ini Lapas Jambi dalam kondisi aman dari Covid. Namun pihaknya selalu waspada dengan menerapkan protokol kesehatan. Setiap hari, kata dia, tim gugus tugas menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh blok tahanan. 

Selain napi, pegawai yang masuk ke dalam lapas juga diperiksa dan diwajibkan memakai masker. Pengunjung juga dibatasi.

“Tidak dibolehkan bertemu, cukup menitipkan makanan saja guna menghindari penyebaran Covid dari luar lapas masuk ke dalam lapas," ungkapnya.

Tanpa tatap muka, pihaknya menyediakan tempat bagi pengunjung dan warga binaan melakukan video call.

Di Lapas Muarabungo, walau sebanyak 12 pegawainya sempat terkonfirmasi positif, sebanyak 400 lebih warga binaannya masih aman. Dokter Lapas Muarabungo, Yona Yolanda, menyebutkan ada tujuh napi yang dilakukan tes swab karena pernah kontak dengan pegawai yang terkonfirmasi positif.

“Namun hasilnya negatif. Per Maret 2021, seluruh pegawai lapas sudah negatif," ujarnya. Menurutnya, selain penerapan protokol kesehatan Covid-19, kesehatan para warga binaan diperiksa secara berkala. 

“Napi baru harus membawa hasil tes swab negatif dan wajib mandi terlebih dahulu agar tidak membawa virus masuk ke Lapas," tuturnya. Sementara itu, kini pihaknya sedang mendata penghuni lapas untuk persiapan vaksinasi.

Semenyara itu, Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan Lapas Muaratebo Ahmad Syaipudin mengatakan bahwa sebanyak 307 warga binaan lapas tersebut kini juga tidak ada yang terpapar Covid-19. “Alhamdulillah tidak ada yang terkena corona,” tuturnya.

Sayangnya, temuan atas kasus-kasus itu tidak ditindaklanjuti dan tidak dievaluasi oleh Satgas Covid-19 Provinsi Jambi. BPK menilai, tanpa evaluasi akan ada potensi tidak terdeteksinya Covid-19 dan tidak terlacaknya kontak erat para pasien yang terpapar.

Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah yang dihubungi menyatakan bahwa setiap lapas memiliki satgas tersendiri untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Sayangnya, saat ditanya lebih lanjut, Johan enggan menjawab.


Penulis: Tim
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments