Minggu, 20 Juni 2021

Pelaku Beli Data Nasabah, Kejati Periksa 48 Nasabah BRI Syariah Muarabungo

Rabu, 05 Mei 2021 | 10:49:30 WIB


Kasi Penkum Kejati Jambi Lexy F
Kasi Penkum Kejati Jambi Lexy F / dokumentasi - Metrojambi.com

 JAMBI - Kejaksaan Tinggi Jambi mulai memeriksa 48 nasabah bank BRI Syariah (kini Bank Syariah Indonesia/BSI) Cabang Muarabungo terkait kasus korupsi kredit fiktif 2017-2019. Hal-hal baru terungkap dari serangkaian pemeriksaan saksi kasus yang merugikan negara hingga Rp 14 miliar ini.

Pemeriksaan para nasabah yang semuanya berdomisili di Bungo tersebut ditargetkan selesai dalam satu pekan ini. Mereka dipanggil dan diperiksa sebagai saksi secara bergilir di gedung Kejati Jambi.

“Pada Senin (3/5) ada 15 nasabah yang dipanggil --semua dari Bungo. Tapi saya belum tahu apakah datang semua atau tidak,” ujar Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jambi kepada Metro Jambi, Selasa (4/5).                        

Lexy menyebutkan, untuk mencairkan kredit fiktif itu ada dugaan para pelaku memalsukan data nasabah. Bahkan, ada informasi yang menyebutkan pelaku membeli data dari pihak-pihak tertentu.

“Ini kita dalami. Ada katanya nama yang dipakai, kita mau tahu bagaimana kronologinya. Ada juga yang identitas nasabah yang dibeli oleh oknum yang diyakini bekerja sama dengan oknum pegawai bank,” ungkap Lexy.

Kasus kredit fiktif ini terjadi pada kurun 2017-2019. Diduga, para nasabah menerima penyaluran kredit tanpa prosedur yang benar. Kredit disalurkan dengan memanfaatkan fasilitas kredit bagi aparatur sipil negara (ASN).

Namun, dalam pelaksanaannya kredit atas nama ASN itu diberikan kepada masyarakat umum dengan manipulasi data.

Kejahatan perbankan ini menjadi perhatian luas masyarakat luas sejak 2020 lalu. Sejumlah LSM menuding BRI Syariah Muarabungo kecolongan setelah beberapa ASN yang tidak pernah meminjam ke bank tersebut tiba-tiba menerima tagihan kredit macet.

Belakangan diketahui bahwa SK ASN tersebut dipakai oleh pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan pinjaman di bank pelat merah itu. Kepala cabang Bank BRI Syariah Muarabungo akhirnya diganti dan kasusnya masuk ke ranah hukum.

Menurut Lexy, kejaksaan terus mendalami kasus ini terutama untuk mengetahui aliran dana. Apakah memang ada pada nasabah atau ada pihak lain yang menikmatinya. Diakui Lexy, kejaksaan juga akan meminta keterangan dari pihak bank. Hanya saja dia belum bisa memastikan kapan akan dilakukan.

“Tersangka belum ada, kita masih kumpulkan bukti,”kata Lexy.  Namun, karena kasus ini terkuak berdasarkan audit internal BRI, maka pemeriksaannya akan lebih mudah, termasuk dalam penghitungan kerugian negara.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments