Sabtu, 12 Juni 2021

Tak Peduli Corona, Warga Kerinci Tetap Serbu Objek Wisata Lokal

Sabtu, 15 Mei 2021 | 13:57:45 WIB


Kemacetan kendaraan warga yang berlibur di kawasan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci pada momen libur Idul Fitri 1442 H, Sabtu (15/5/2021)
Kemacetan kendaraan warga yang berlibur di kawasan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci pada momen libur Idul Fitri 1442 H, Sabtu (15/5/2021) / Metrojambi.com

 KERINCI - Seakan tidak mempedulikan bahaya penyebaran virus Covid-19, ribuan warga Kerinci tetap nekat mendatangi sejumlah objek wisata pada momen libur Idul Fitri tahun ini.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kerinci bersama dengan Satuan Tugas Covid-19 telah mengeluarkan surat edaran menutup tempat wisata pada 15 dan 16 Mei 2021, dikarenakan Kerinci saat ini berada pada zona oranye risiko penyebaran Covid-19.

Namun demikian, sejumlah objek wisata di Kerinci tetap ramai dikunjungi oleh masyarakat, baik dari luar daerah maupun warga Kerinci sendiri.

Pantauan Metrojambi.com, di salah satu objek wisata milik Pemkab Kerinci, yakni Aroma Pecco, terlihat di portal pintu terpasang spanduk bertuliskan onjek wisata tersebut untuk sementara waktu ditutup untuk umum.

Sementara itu, objek wisata yang tidak dikelola Pemkab Kerinci, terlihat ramai dikunjungi. Bahkan di Bedeng VIII Kayu Aro, tepatnya di depan pabrik teh PTPN VI, terjadi kemacetan yang cukup panjang.

"Kamacetan ini disebabkan banyaknya mobil yang parkir di pinggir jalan, karena objek wisata milik pemkab ditutup. Makanya warga menyerbu objek wisata yang dikelola pribadi atau swasta," kata Marwan, salah seorang warga Kerinci.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kerinci Juanda Sasmita mengatakan, berdasarkan instruksi surat edaran Pj Gubernur Jambi Nomor: 005/1068/SE/SETDA.PPRKM-1.2/V/2021 tentang penutupan objek wisata pada saat libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H, maupun satgas Covid-19 Provinsi Jambi menyatakan wilayah Kerinci berada pada zona oranye. Maka, objek wisata di Kabupaten Kerinci tutup.

Dijelaskan Juanda, pada poin pertama isi surat edaran, memperhatikan kondisi penyebaran Covid-19 pada waktu terakhir dimana dibeberapa Kabupaten/Kota mengalami beberapa peningkatan masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga mencapai level zona merah.

Dan pada poin Keempat juga dibunyikan daerah-daerah yang mengalami zona merah dan orange agar tidak membuka objek wisata bagi pengunjung, sedangkan bagi daerah yang berzona hijau dan kuning boleh membuka objek wisata dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Berdasarkan pantauan satgas covid-19 Provinsi Jambi menyatakan wilayah Kabupaten Kerinci untuk saat ini berada pada zona oranye. Dari acuan tersebut secara otomatis seluruh objek wisata yang ada di Kerinci akan ditutup, apalagi dihari puncak tanggal 15-16 Mei 2021," bebernya.

Selanjutnya sambung Juanda, perubahan zonasi biasanya akan disampaikan gugus tugas Provinsi Jambi tiga hingga empat hari ke depan. Semoga pada saat evaluasi nanti, Kabupaten Kerinci sudah berada di zona kuning atau hijau, sehingga objek wisata di Kerinci kembali dibuka.

"Dengan beradanya Kerinci pada zona kuning atau hijau nanti, tentunya akan berdampak positif bagi masyarakat, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membuka berbagai aktifitas lapangan usaha terutama berdagang sebagai penunjang ekonomi kerakyatan dengan tetap mematuhi prokes Covid-19," pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments