Kamis, 21 Oktober 2021

Polda Jambi Bagikan 250 Ribu Masker Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Jumat, 14 Mei 2021 | 21:29:00 WIB


/ Metrojambi.com/Humas Polda Jambi

 JAMBI - Kepolisian Daerah (Polda) Jambi membagikan sebanyak 250.000 masker dan akan melakukan 4.000 tes usap antigen kepada masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 usai Lebaran 2021.

"Usai Lebaran kami bagikan 250.000 masker dan juga akan melakukan 4.000 tes usap antigen kepada masyarakat secara gratis," kata Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo usai menyambangi tempat isolasi pasien Covid-19 bersama Pj Gubernur Jambi, Hari Nur Cahya Murni, Jumat (14/5).

Hal ini, kata dia, dilakukan untuk mengantisipasi terhadap lonjakan pandemi Covid-19 setelah liburan Idul Fitri 1442 H dan kenaikan Isa Almasih.

Pihaknya, kata Rachmad, kembali membagikan masker dan melakukan tes usap antigen ke polres-polres jajaran Polda Jambi.

Polda Jambi sebelumnya telah membagikan sebanyak 150.000 masker kepada masyakat pada bulan April 2021 dan sisanya sebanyak 100.000 masker lagi akan dibagikan usai Lebaran kali ini bersamaan melaksanakan tes usap antigen.

Ia mengatakan pembagian masker dan tes usap antigen ini merupakan salah satu upaya pencegahan terhadap meningkatnya angka penderita Covid-19 di wilayah Provinsi Jambi.

"Namun, pembagian masker dan tes usap antigen ini tidak berjalan efektif bilamana masyarakat tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pada masa pandemi ini, seperti selalu menggunakan masker, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas, serta selalu mencuci tangan di air mengalir," katanya. 

Ia menegaskan penerapan protokol kesehatan ini wajib dilaksanakan masyarakat, terutama setiap akan memasuki area umum seperti kantor atau sebelum masuk ke dalam rumah sekembali dari beraktivitas.

Berdasarkan aplikasi Bersama Melawan Covid (BLC) Provinsi Jambi termasuk dalam daerah yang berisiko sedang sehingga kondisi ini harus terus dijaga dan diperjuangkan sampai menjadi risiko ringan.

"Walau agak sulit untuk mengubah menjadi daerah yang tanpa resiko sama sekali, karena Provinsi Jambi berbatasan dan menjadi jalur lintasan warga dari provinsi lain yang risiko pandemi Covid-19 nya lebih tinggi, apalagi selama sepekan menjelang Idul Fitri terjadi pergeseran penderita Covid-19 dari pulau Jawa ke Pulau Sumatera yang ditandai dengan meningkatnya hunian tempat tidur isolasi rumah sakit di Provinsi Jambi," demikian Rachmad Wibowo.


Penulis: Novri/ant
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments