Senin, 27 September 2021

Kejaksaan Agung Tahan Pengusaha Batubara Jambi Matlawan Hasibuan

Rabu, 02 Juni 2021 | 21:53:21 WIB


Matlawan Hasibuan (dua dari kiri) ditahan penyidik Kejaksaan Agung, Rabu (2/6).
Matlawan Hasibuan (dua dari kiri) ditahan penyidik Kejaksaan Agung, Rabu (2/6). / Metrojambi.com/Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung

JAMBI - Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung hari ini, Rabu (2/6), menahan empat tersangka dugaan tindak pidana korupsi kasus pengalihan izin usaha pertambangan (IUP) batubara di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. 

Berdasarkan rilis yang diterima Metrojambi.com dari Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung,  empat tersangka yang ditahan yakni, AL (direktur PT Antam Tbk 2008-2013), HW (direktur pperasional PT Antam),  BM (mantan direktur utama PT Indonesia Coal Resources/ICR periode 2008-2014), dan MH (komisaris PT Tamarona Mas Internasional/TMI periode 2009-sekarang).

AL diketahui adalah Alwinsyah Lubis, sedangkan BM adalah Bachtiar Manggalutung dan MH adalah Matlawan Hasibuan, pengusaha batubara asal Jambi. 

Bachtiar ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Sedangkan Alwinsyah, HW, dan Matlawan ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung.

Sebelum ditahan, keempat tersangka diperiksa bersama dua saksi lainnya, yakni BT (karyawan PT Antam) dan DM (SM Legal PT Antam pada 2007-2019).

Keenam orang tersebut diperiksa terkait mekanisme/standard operating procedure (SOP) akuisisi PT Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP) oleh PT Indonesia Coal Resources (ICR).

Setelah selesai pemeriksaan, empat dari enam orang yang diperiksa (juga berstatus sebagai tersangka dalam perkara ini), dilakukan penahanan untuk waktu 20 hari ke depan, terhitung 02 Juni 2021 s/d 21 Juni 2021.

Dua tersangka  belum hadir yaitu AT selaku Direktur Operasional PT ICR dan MT selaku Direktur PT CTSP (pihak penjual).

Keduanya seyogyanya turut diperiksa pada hari ini, namun karena berhalangan hadir dengan alasan sakit, pemeriksaan kepada yang bersangkutan akan dilanjutkan pada minggu depan.


Penulis: ria/fdy
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments