Sabtu, 12 Juni 2021

Tersangka Kasus Penipuan Modus Arisan Online Masih Jalani Perawatan

Minggu, 06 Juni 2021 | 17:16:14 WIB


Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Wahyu Bram
Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Wahyu Bram / Metrojambi.com/Novri

 JAMBI - Tim Opsnal Subdit V Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi belum lama ini berhasil menangkap seorang perempuan berinisial DVWS, terkait kasus penggelapan dan penipuan dengan modus arisa online.

Meski telah berhasil ditangkap, namun penyidik belum bisa memintai keterangan tersangka dikarenakan yang bersangkutan masih menjalani perawatan di rumah sakit, karena kondisinya belum stabil.

Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Wahyu Bram mengatakan, dokter belum menyatakan jika tersangka sudah bisa diperiksa.

"Tersangka masih dalam perawatan. Dokter belum menyatakan yang bersangkutan dapat diperiksa. Jadi untuk sementara masih dirawat dirumah sakit," kata Bram, Minggu (6/6).

Bram menegaskan, pihaknya akan mengikuti saran dokter, dan tidak akan memaksa untuk melakukan pemeriksaan terhasap tersangka, yang diketahui sedang hamil.

"Karena hukum kita menjunjung tinggi HAM, maka kita belum bisa memeriksa tersangka. Dan apabila kesehatannya sudah pulih kembali, baru kita lakukan pemeriksaan," ujar Bram.

Hingga Jumat (4/6) lalu, korban yang telah melapor sebanyak 395 orang, yang berasal dari 22 provinsi di Indonesia. Jika ditotalkan, kerugian yang dialami seluruh korban mencapai Rp 6,2 miliar.

"Sejak informasi penangkapan ini kami rilis di media, korban yang yang melapor telah mencapai 395 orang dengan total kerugian sekitar Rp 6,2 miliar. Dan untuk aliran dananya, masih kami terlusuri," pungkas Bram.

Diberitakan sebelumnya, pada pertengahan tahun 2020 lalu tersangka membuat akun Instagram Arisan Amanah Untung Real (AAUR). Akun tersebut dikelola langsung oleh tersangka dan saksi YR dengan sistem arisan menurut dan opslot.

Tersangka kemudian menawarkan kepada pengguna akun Instagram untuk mengikuti arisan online dengan perantara selebgram/ influencer. Kemudian tersangka mengelola semua member yang dibantu admin grup arisan online, dan semua member menyetor uang arisan kepada tersangka.

Namun pada bulan Mei 2021, tersangka tidak membayarkan arisan member yang seharusnya menerima. Akhirnya, tersangka dilaporkan ke Polda Jambi.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 372 jo pasal 378 KUHPidana dan/atau Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments