Minggu, 13 Juni 2021

Sejumlah Petugas Terpapar Covid-19, Samsat Kota Jambi Tutup Tiga Hari

Selasa, 08 Juni 2021 | 14:02:28 WIB


Petugas saat melakukan penyemprotan disinfektan di kantor Samsat Kota Jambi yang ditutup untuk sementara waktu karena sejumlah petugas terpapar Covid-19
Petugas saat melakukan penyemprotan disinfektan di kantor Samsat Kota Jambi yang ditutup untuk sementara waktu karena sejumlah petugas terpapar Covid-19 / Metrojambi.com/Novri

JAMBI - Guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 dan sterilisasi gedung ruang kerja, kantor Samsat Kota Jambi yang berada di Jalan Gajah Mada No. 23 Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi ditutup untuk sementara waktu.

Penutupan berlangsung selama tiga hari dimulai dari hari, Selasa (8/6), hingga Kamis (10/6) lusa.

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jambi Kompol Heri Supriawan mengatakan penutupan layanan Samsat Kota Jambi dikarenakan ada beberapa pegawai yang terpapar Covid-19. Maka dari itu, pihaknya melakukan upaya pencegahan seperti penutupan pelayanan sementara mulai dari pembayaran pajak hingga yang lainnya.

Baca juga : 196 Pasien Covid-19 di Jambi Meninggal Dunia

"Ada beberapa petugas yang terpapar Covid-19, sehingga menutup pelayanan untuk memutus mata rantai Covid-19. Kita tutup tiga hari mulai hari ini," kata Heri.

Selama penutupan, Heri mengatakan pihaknya melakukan beberapa upaya seperti penyemprotan disinfektan ke seluruh ruangan gedung Samsat Kota Jambi serta melakukan sterilisasi. Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan testing, tracking dan treatment kepada keluarga maupun kerabat korban dalam rangka upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Ia berpesan kepada peserta wajib pajak jangan khawatir dengan penutupan sementara pelayanan Samsat Kota Jambi karena jika kendaraannya jatuh tempo pada hari penutupan ini tidak akan dikenakan biaya denda administrasi.

"Jangan khawatir, kendaraan yang jatuh tempo tidak akan kena denda administrasi," tuturnya.

Heri menambahkan, selama tiga hari penutupan layanan Samsat Kota Jambi berarti terdapat Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tertunda dari peserta wajib pajak.

"Total anggaran PAD yang tertunda masuk kurang lebih tiga miliar rupiah selama tiga hari penutupan layanan samsat," tandasnya.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments