Rabu, 4 Agustus 2021

Keluarga Korban Minta Pasutri Pelaku Pembunuhan Dihukum Berat

Selasa, 08 Juni 2021 | 21:00:49 WIB


Keluarga korban pembunuhan di Bagan Pete saat mendatangi Satreskrim Polresta Jambi, Selasa (8/6)
Keluarga korban pembunuhan di Bagan Pete saat mendatangi Satreskrim Polresta Jambi, Selasa (8/6) / Metrojambi.com/Novri

 JAMBI - Petugas gabungan dari Resmob Ditreskrimum Polda Jambi, Satreskrim Polresta Jambi, Polsek KotaBaru, Satreskrim Polres Tebo, Polsek Tabir dan Polsek Tebo Ilir belum lama ini berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap karyawan koperasi bernama Tigor Hartanegara Nainggolan.

Pelaku yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) bernama Heriyanto (36) dan Pini Pondriani (26) itu ditangkap di lokasi persembunyiannya di Dusun Sungai Banyu, Kecamatan Tabir Kabupaten Tebo.

Salah seorang kerabat korban, Ritonga, menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah berhasil menangkap kedua pelaku. Mewakili pihak keluarga, Ritonga meminta agar kedua pelaku dihukum berat sesuai dengan perbuatannya.

"Terima kasih banyak kepada bapak polisi yang telah berhasil mengungkap pelaku pembunuhan ini. Dan kami meminta agar pelaku dihukum berat sesuai dengan perbuatannya," kata Ritonga, Selasa (8/6).

Sebelumnya, Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian mengatakan, kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan Sayuti Penerangan, Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi pada Senin (24/4) itu dilatarbelakangi masalah asmara dan utang piutang.

"Korban meninggal dunia karena mengalami luka tusuk di perut yang dilakukan oleh pelaku," ujar Dover saat konfrensi pers di Mapolresta Jambi, Kamis (2/6).

Usai melakukan aksinya, pasutri tersebut melarikan diri ke dalam hutan yang berada di Kabupaten Tebo. Keduanya bersembunyi di pondok perkebunan karet milik teman Heriyanto.

Dover mengatakan, aksi pembunuhan tersebut diotaki oleh Pini yang dilatarbelakangi masalah asmara dan utang piutang. Atas perbuatannya pasutri tersebut dikenakan Pasal 340 KUHPidana juncto Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments