Minggu, 13 Juni 2021

Ngaku Belum Terima Ganti Rugi Lahan, Warga Pagari Jalan PT KMH

Jumat, 11 Juni 2021 | 14:35:21 WIB


Jalan yang dibangun PT KMH di Bedeng IV, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci dipagari warga yang mengaku belum mendapatkan ganti rugi
Jalan yang dibangun PT KMH di Bedeng IV, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci dipagari warga yang mengaku belum mendapatkan ganti rugi / Metrojambi.com

 KERINCI - Pembangunan jalan oleh pihak PT Kerinci Hidro Merangin (KMH) di Bedeng IV, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci menuai protes dari warga. Sejumlah warga menilai pembangunan jalan tersebut telah menyerobot lahan mereka, karena tidak adanya izin dan ganti rugi.

Akibat tidak mendapat ganti rugi, sejumlah warga menghentikan kegiatan pengerukan tanah di dekat lahan mereka, dengan cara membuat pagar di tanah tersebut.

“Saya tidak pernah mendapatkan pemberitahuan maupun ganti rugi dari PT KMH tentang pengambilan tanah ini untuk jalan,” tegas Airis, salah seorang warga pemilik lahan.

Maka dari itu, Airis meminta meminta pengerukan lahan itu dihentikan. Ia meminta ada penyelesaian terkait penyerobotan lahan tersebut, karena dirinya merasa tidak pernah menjual tanah kepada pihak PT KMH.

"Kata orang PLTA tanah tersebut sudah dijual salah seorang warga. Yang kami heran, tanah tersebut sudah ada sertifikat. Kami tidak tahu siapa yang membuat sertifikat tersebut," bebernya.

Airis mengakui tanah tersebut dulu dibelinya kepada salah seorang warga berimisial AM, dan surat jual belinya ada. "Kita sudah lama membeli tanah tersebut, surat jual belinya ada. Sekarang AM masih memagari tanah tersebut," ujarnya.

Airis mengakui telah menemui pihak PT KMH, tetapi tidak ada tanggapan sama sekali. "Jika bukan tanah kami, untuk apa kami pertahankan tanah tersebut, kami tetap ingin ganti rugi," sebutnya.
 
Sementara itu, Humas PT KMH Israwan saat dikonfirmasi terkait dengan penyerobotan tanah milik warga tersebut mengatakan sudah membayar ganti rugi kepada orang lain.

"Orang-orang ini mengklaim tanpa adanya bukti kepemilikan yang sah, hanya bicara dulu tahun 70-an bapaknya yang buka lahan," ujar Israwan.

Ditanya langkah yang akan dilakukan pihak PT KMH, Israwan menyebutkan penyelesaian nanti di Pengadilan. "Penyelesaian di Pengadilan saja," pungkasnya.

Sementara itu, Aslori salah seorang petinggi di PT KMH mengatakan untuk ganti rugi lahan tersebut sudah diselesaikan dengan salah seorang warga berinisial AS. "Ganti rugi lahan tersebut sudah kami selesaikan dengan pak AS," sebutnya.

Sedangkan warga yang mempunyai  lahan tidak pernah menerima uang ganti rugi baik dari PT KMH dan AS. "Itu yang sedang ingin kami selesaikan dengan para pihak termasuk yang menjual," pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments