Senin, 27 September 2021

Program Kampus Mengajar: Kontribusi Mahasiswa UAD Yogyakarta Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Masa Pandemi

Selasa, 15 Juni 2021 | 16:03:02 WIB


/

Oleh: Nur Aini *)

PROGRAM Kampus Mengajar yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman mengajar di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) selama 3 bulan mulai dari 22 Maret-27 Juni 2021. Mahasiswa yang mengikuti Program Kampus Mengajar mendapatkan pengakuan SKS sebesar 12 SKS.

Universitas Ahmad Dahlan merupakan salah satu universitas yang mendukung penuh mahasiswanya dalam mengikuti program kampus mengajar. Hal ini dibuktikan dengan konversi Program Kampus Mengajar yang dapat direkognisi ke dalam KKN, PLP, dan mata kuliah pilihan.

Nur Aini, mahasiswa PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terpilih menjalani Program Kampus Mengajar di SD Swasta PHI Kualatungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi.

“Pada masa pandemi saat ini banyak sekali siswa yang tidak dapat memahami pembelajaran dengan baik, tidak bisa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru bahkan ada beberapa siswa yang sama sekali tidak mengikuti pembelajaran. Diharapkan kehadiran mahasiswa di sekolah ini bisa membantu dan membawa perubahan pembelajaran ke arah yang lebih baik,” ujar Khairiyanti, S.Pd.I, guru di SD Swasta PHI Kualatungkal.

Dari pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di masa pandemi saat ini memiliki berbagai permasalahan. Melalui program kampus mengajar ini mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi bersama guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengatasi berbagai tantang pembelajaran di masa pandemi.

Ada beberapa program yang harus dijalankan oleh mahasiswa yakni mengajar, membantu adaptasi teknologi dan adminitrasi sekolah. Program yang dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya di SD Swasta PHI Kuala Tungkal yakni:

1. Melaksanakan home visit untuk siswa yang tidak memiliki alat komunikasi penunjang pembelajaran daring dan siswa yang mengalami kesulitan belajar khususnya pada kemampuan literasi dan numerasi.
2. Melakukan sharing session bersama guru dalam pemanfaatan aplikasi TIK pembelajaran yang menunjang proses pembelajaran di masa pandemi seperti google form, google clasroom, google meet, dan canva.
3. Membantu sekolah dalam melengkapi administrasi guru seperti prota, promes, silabus, dan RPP.
4. Meningkatkan literasi dan numerasi siswa melalui proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

“Program yang dibentuk dan sudah dilaksanakan oleh mahasiswa memberikan pengaruh yang positif terhadap kualitas pembelajaran yang dilakukan tidak hanya bagi siswa namun juga bagi guru selain itu tingkat partisipasi siswa sebelum dan sesudah dilaksanakan program mengalami perubahan,” kata Khairiyanti.

Hal ini menunjukkan bahwa kontrubusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui program Kampus Mengajar yang diluncurkan oleh Kemendikbud Ristek sangat memengaruhi dan berperan penting dalam membantu sekolah.

*) Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Ahmad Dahlan


Penulis: Nur Aini
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments